Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham-Saham yang Tersengat Rebalancing Indeks MSCI

Saham AMMN, ARTO, dan EMTK tersengat sentimen rebalancing Indeks MSCI hari ini, yang mulai berlaku pada 1 Desember 2023.
Saham AMMN, ARTO, dan EMTK tersengat sentimen rebalancing Indeks MSCI hari ini, yang mulai berlaku pada 1 Desember 2023.
Saham AMMN, ARTO, dan EMTK tersengat sentimen rebalancing Indeks MSCI hari ini, yang mulai berlaku pada 1 Desember 2023.

Bisnis.com, JAKARTA - Morgan Stanley mengumumkan perombakan sejumlah indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang juga mencakup saham-saham tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti AMMN, ARTO, dan EMTK.

Pada 14 November 2023, MSCI mengumumkan adanya perubahan anggota indeks. Semua perubahan akan dilakukan pada 30 November 2023, dan berlaku efektif mulai perdagangan 1 Desember 2023.

Peninjauan Indeks selanjutnya dilakukan pada Februari 2024, tepatnya tanggal pengumuman 12 Februari 2024, dan tanggal mulai berlaku pada 1 Maret 2024.

MSCI memasukkan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) ke dalam MSCI Global Standard Index List dan mengeluarkan saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO).

Sementara itu, dalam MSCI Small Cap Indexes, MSCI memasukkan saham PT Bank Jago Tbk. (ARTO) dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) atau Emtek.

Di sisi lain, saham PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB), PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT PP Tbk. (PTPP), PT Timah Tbk. (TINS), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) didepak dari indeks ini.

Lantas, sejauh mana sentimen MSCI menyengat harga suatu saham? Mari kita cek kinerja saham terbaru yang masuk MSCI, yakni AMMN, ARTO, dan EMTK.

Pada 15 November 2023, saham AMMN ditutup naik 1,05% ke level Rp7.225. Laju saham Grup Medco ini berlanjut dan ditutup Rp7.725 per Selasa (28/11/2023).

AMMN baru listing di BEI pada 7 Juli 2023 di harga Rp1.695 per saham. Dalam IPO, AMMN melepas 6,33 miliar sehingga meraup dana IPO Rp10,73 triliun. Sejak listing, saham AMMN sudah naik 355,5%.

Saham bank digital ARTO juga menguat 12,20% ke level Rp2.300 per saham pada 15 November 2023 setelah pengumuman MSCI. Terkini, saham ARTO sudah reli mencapai level Rp3.050.

Saham EMTK juga melonjak 7,41% ke level Rp580 pada 15 November 2023. Hari ini, saham milik konglomerat Eddy K. Sariaatmadja tersebut berada di posisi Rp635.

Dengan demikian, saham-saham yang masuk indeks MSCI terbaru seperti AMMN, ARTO, dan EMTK mengalami peningkatan harga sejak pengumuman MSCI.

Pada perdagangan hari ini pukul 09.41 WIB, saham ARTO naik 0,62% ke Rp3.220. Saham ARTO sudah melonjak 100% dalam sebulan terakhir.

Saham AMMN dalam waktu yang sama turun 0,64% ke Rp7.725. Namun, saham AMMN masih naik 11,96% dalam sepekan dan sebulan terakhir.

Di sisi lain, saham EMTK naik 3,25% pagi ini ke Rp635. Sebulan terakhir, saham EMTK naik 24,51%.

Penjelasan MSCI

MSCI merupakan singkatan dari Morgan Stanley Capital International, yaitu indeks saham yang diluncurkan oleh sebuah lembaga riset internasional Morgan Stanley.

MSCI juga merupakan perusahaan penyedia indeks saham dan obligasi yang sudah terkenal di seluruh dunia. Secara tidak langsung, MSCI berguna untuk mengukur kinerja pasar di sebuah wilayah yang sudah ditetapkan sesuai dengan standar perhitungan MSCI.

Secara teoritis, ketika suatu saham masuk indeks MSCI, hal ini seringkali menandakan peningkatan likuiditas dan perubahan persepsi pasar terhadap saham tersebut. Inklusi dalam indeks global seperti MSCI memberi sinyal positif kepada investor internasional dan domestik, menunjukkan bahwa saham tersebut telah memenuhi standar tertentu dalam hal kinerja dan stabilitas.

Akibatnya, saham tersebut cenderung mengalami peningkatan volume perdagangan karena banyak manajer investasi (MI) yang mengikuti indeks ini akan mulai memasukkan saham tersebut dalam portofolio mereka. Sebagai contoh, Indeks MSCI dapat menjadi produk reksa dana indeks ataupun exchange traded fund (ETF) yang dikelola MI.

Hal ini juga dapat meningkatkan kredibilitas dan visibilitas emiten di mata investor, potensial untuk peningkatan nilai saham karena permintaan yang meningkat, serta diversifikasi investor yang lebih luas, termasuk investor asing dan institusional.

Namun demikian, risiko pun juga ada. Masuknya suatu saham ke dalam indeks prestisius ini juga dapat membawa volatilitas harga yang lebih tinggi. Peningkatan minat dan aktivitas perdagangan seputar saham tersebut, khususnya menjelang dan sesaat setelah pengumuman inklusi, dapat menyebabkan fluktuasi harga yang signifikan.

Untuk masuk ke dalam indeks MSCI, sebuah saham harus memenuhi serangkaian kriteria yang mencakup kapitalisasi pasar yang besar, tingkat likuiditas yang tinggi, dan aksesibilitas bagi investor internasional.

MSCI menilai likuiditas berdasarkan frekuensi dan volume perdagangan, memastikan bahwa saham tersebut diperdagangkan secara aktif dan dapat diakses dengan mudah oleh investor di seluruh dunia. Selain itu, saham tersebut harus sesuai dengan klasifikasi sektor dan geografis yang ditentukan oleh MSCI.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper