Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bos Matahari (LPPF) Bocorkan Besaran Dividen 2024 dan Rencana Buyback Saham

Matahari (LPPF) menyampaikan komitmenya dalam membagikan dividen kepada para pemegang saham. Di sisi lain, LPPF juga berencana untuk melakukan buyback saham.
Dionisio Damara Tonce,Ibad Durrohman
Kamis, 30 November 2023 | 15:08
Gerai baru PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF)/Dok.Perusahaan
Gerai baru PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF)/Dok.Perusahaan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten ritel PT Matahari Departemen Store Tbk. (LPPF) menyampaikan komitmenya dalam membagikan dividen kepada para pemegang saham. Di sisi lain, LPPF juga berencana untuk melakukan aksi pembelian kembali atau buyback saham.

Vice President of Finance & Accounting LPPF Susanto menjelaskan perseroan tetap berkomitmen untuk membagikan dengan rasio 50% dari laba.

"Untuk tahun 2024, kebijakan dividen tetap sama dengan rasio pembayaran dividen minimal 50%," kata Susanto dalam Pubex Live 2023, Kamis (30/11/2023).

Selain itu, lanjut Susanto, perseroan juga berencana untuk memangkas belanja modal (capex) di tahun 2024 sebesar 40%. Karena ke depan LPPF akan lebih memfokuskan pembukaan gerai yang menitikk beratkan kualitas daripada kuantitas.

"Belanja modal akan dikurangi 40% karena kami akan fokus pada [segmen] A+ dan A. Selain itu kita juga akan lebih cermat dalam investasi gerai baru dengan memilih yang memiliki pertumbuhan yang menjanjikan," tambahnya.

Sebagai bagian dari rencana, 6 gerai diperkirakan buka tahun 2024, dan 4 di antaranya merupakan konsep Matahari terbaru dan dua gerai adalah MU&KU.

Matahari juga berinisiatif mendorong potensi penuh agar produk penjualan berjalan baik. Suko, misalnya, disebut mengalami kemajuan dalam perluasan gerai melalui peluncuran shop-in-shop yang bakal datang di 14 gerai berikutnya sehingga total mencapai 34 gerai akhir tahun 2023.

Berdasarkan laporan keuangan per akhir September 2023, LPPF membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp630,51 miliar.

Jumlah ini lebih rendah dibandingkan Januari-September 2022 yang mencapai Rp1,05 triliun. Padahal, perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp4,98 triliun atau tumbuh 0,31% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY). Jumlah ini disumbangkan oleh penjualan eceran Rp2,82 triliun, konsinyasi Rp2,14 triliun, dan jasa Rp8,44 miliar.

Di tengah pertumbuhan pendapatan, pada saat yang sama perseroan juga mencatatkan kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 2,99% menjadi Rp1,64 triliun. Alhasil, LPPF mengakumulasikan laba kotor senilai Rp3,33 triliun, turun 0,96% YoY.

Sebagai catatatan, Matahari Department Store membagikan dividen sebesar Rp525 per saham atau total Rp1,24 triliun untuk tahun buku 2022. Pembagian dividen ini disepakati dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar Rabu (29/3/2023).

Para pemegang saham LPPF kala itu juga menyetujui penurunan modal dengan cara pengalihan saham treasuri dari pembelian kembali saham (buyback) yang dilakukan dalam kurun 7 Juni 2022 hingga 28 Maret 2023. Hal ini mengakibatkan penurunan modal dari 2.364.423.580 saham menjadi 2.260.292.880 saham.

LPPF dalam waktu dekat juga berencana untuk melakukan aksi pembelian kembali atau buyback saham. Meski begitu, Susanto tidak merinci kapan aksi itu akan dilakukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper