Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

OPEC+ Mau Pangkas Produksi Minyak Mentah, Harganya Auto Mendidih

Harga minyak dunia mengalami kenaikan signifikan seiring ekspektasi investor terkait pemangkasan produksi minyak mentah oleh OPEC+.
Ilustrasi. Tanki penimbunan minyak./Bloomberg
Ilustrasi. Tanki penimbunan minyak./Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA -- Harga minyak dunia mengalami kenaikan signifikan seiring ekspektasi investor terkait pemangkasan produksi minyak mentah oleh OPEC+.

Menurut data yang dilansir Reuters, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2024 mengalami kenaikan sebesar US$1,55 atau sekitar 2,1%, mencapai US$76,41 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari 2024 naik US$1,70 atau sekitar 2,1%, mencapai US$81,68 per barel di London ICE Futures Exchange.

Analisis dari Deu Calion Futures (DCFX) Andrew Fischer menyatakan bahwa kenaikan harga tersebut secara signifikan dipicu oleh ekspektasi pemangkasan produksi yang akan dibahas dalam pertemuan OPEC+ pada Kamis (30/11/2023).

Negara-negara anggota OPEC yang terdiri dari produsen minyak mentah seperti Rusia, diharapkan akan membatasi target produksi untuk tahun 2024.

Fischer memperkirakan bahwa kesepakatan pemangkasan produksi kemungkinan akan diperpanjang hingga tahun depan, meskipun tanpa penurunan lebih tajam.

"Pertemuan OPEC+ akan menjadi penentu utama pergerakan harga minyak dalam beberapa waktu ke depan. Jika kesepakatan pemangkasan produksi diperpanjang, kita bisa melihat stabilitas harga dalam jangka panjang," kata Fischer.

Dalam analisanya, prediksi untuk minyak mentah cenderung menunjukkan tanda penguatan, meskipun belum terlalu terlihat secara nyata. Potensi penguatan ini diprediksi akan cenderung terjadi, khususnya menjelang rapat OPEC+ yang dijadwalkan membahas produksi minyak negara-negara, termasuk di Afrika dan wilayah lainnya.

Hal ini diperkuat oleh perbandingan harga sebelumnya yang masih jauh lebih tinggi dari ekspektasi awal. Fischer melihat hal ini sebagai tanda atau sinyal bahwa kenaikan harga minyak akan terus meningkat secara signifikan berdasarkan analisis pasar.

Peningkatan harga juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat. Dolar yang melemah membuat harga minyak dalam dolar lebih terjangkau bagi negara-negara dengan mata uang lain, mendorong permintaan dan kenaikan harga. Selain itu, ekspektasi penurunan cadangan minyak Amerika Serikat dan penurunan produksi Kazakhstan juga turut memberikan dorongan positif terhadap harga minyak dunia.

Meskipun kenaikan harga memberikan kelegaan bagi produsen minyak, hal ini bisa menjadi tantangan bagi konsumen dan negara-negara yang bergantung pada impor minyak. Kenaikan harga minyak dapat memicu kenaikan biaya energi, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Dalam konteks ini, para pemangku kepentingan di seluruh dunia akan memantau dengan cermat hasil pertemuan OPEC+ dan perkembangan lebih lanjut di pasar minyak. Sebagai konsumen dan produsen, keseimbangan harga yang adil dan stabil menjadi kunci untuk mendukung pertumbuhan ekonomi global yang berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper