Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Pecah Rekor 2023, Cek Saham Pilihan Jelang Window Dressing

IHSG memecahkan rekor tertingginya untuk tahun 2023 dengan ditutup menguat ke 7.041,07. Adapun sederet saham blue chip dijagokan analis jelang window dressing.
Karyawati beraktivitas di dekat layar pergerakan saham pada salah satu perusahaan sekuritas di Jakarta, Senin (16/10/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di dekat layar pergerakan saham pada salah satu perusahaan sekuritas di Jakarta, Senin (16/10/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memecahkan rekor tertingginya untuk tahun 2023 dengan ditutup menguat ke 7.041,07 pada Selasa, (28/11/2023). Adapun sederet saham blue chip dijagokan analis jelang window dressing pada akhir tahun 2023.

Analis Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, kenaikan saham berkapasitasi besar khususnya PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) milik konglomerat Prajogo Pangestu, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang menjadi pendorong IHSG. 

Selain itu, dia bilang, kenaikan IHSG juga didorong penguatan saham-saham perbankan beberapa hari lalu. Hingga akhir pekan ini, diprediksi level support IHSG berkisar 6.893 – 6.906, sedangkan level resisten di 7.053– 7.090.

"Pergerakan IHSG masih ada potensi penguatan hingga akhir tahun, data ekonomi yang masih solid masih bisa menjadi katalis bagi penguatan IHSG," ujar Abdul kepada Bisnis, Rabu (29/11/2023).

Sebagai informasi, saham BREN resmi melantai perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Oktober 2023 di harga IPO Rp780 per saham. Namun, saham BREN telah melesat 701,28% ke level Rp6.250 per Selasa, (28/11/2023). Kapitalisasi pasarnya pun tembus Rp836,16 triliun.

Di lain sisi, saham AMMN naik 2,32% ke level Rp7.725 pada hari ini, terutama tersengat sentimen rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). Selanjutnya saham pendatang baru indeks MSCI seperti EMTK naik 0,79% ke level Rp635 sedangkan saham ARTO terkoreksi 2,24% ke level Rp3.050.

"Kenaikan pada saham-saham tersebut sebenarnya wajar karena ketika ada pengumuman MSCI maka saham-saham tersebut akan menjadi daya tarik bagi investor asing, tetapi perlu di waspadai juga saham yang sudah terlalu tinggi potensi adanya profit taking," kata Abdul.

Senada, Pengamat pasar modal sekaligus Direktur Avere Investama Teguh Hidayat mengatakan kenaikan IHSG hari ini tidak mencerminkan pasar, karena hanya didorong oleh penguatan saham BREN dan AMMN, namun saham-saham big caps lainnya seperti BBCA, ASII, dan BBRI tidak mengalami kenaikan.

Lebih lanjut dia mengatakan, peluang window dressing terbuka lebar dan diprediksi terjadi pada Desember 2023, sehingga sejumlah saham-saham blue chip seperti ASII, TLKM, hingga HMSP berpotensi menguat dan direkomendasikan beli.

Pada perdagangan Selasa, (28/11/2023), saham ASII ditutup terkoreksi 1,33% ke level Rp5.550 per saham, diikuti PT H.M. Sampoerna Tbk. (HMSP) yang stagnan di level Rp985 per saham. Di lain sisi, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 2,45% ke level Rp3.770 per saham.

"Kalau misalnya nanti ada window dressing mungkin saham ASII bisa balik ke Rp6.000, TLKM juga mungkin bisa naik ke Rp4.000, lalu HMSP yang sekarang masih di bawah Rp1.000 bisa menguat," pungkas Teguh.

---

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper