Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tower Bersama (TBIG) Cetak Pendapatan Rp4,95 Triliun Kuartal III/2023

Emiten menara portofolio Saratoga, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,95 triliun pada kuartal III/2023.
Teknisi melakukan perawatan Base Transceiver Station (BTS) di menara milik PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) di kawasan Gunung Pancar, Kabupaten Bogor, Selasa (30/8/2022). Bisnis/Arief Hermawan P
Teknisi melakukan perawatan Base Transceiver Station (BTS) di menara milik PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) di kawasan Gunung Pancar, Kabupaten Bogor, Selasa (30/8/2022). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten menara portofolio Saratoga, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,95 triliun pada kuartal III/2023, atau sedikit lebih tinggi dibandingkan periode tahun lalu. 

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2023, TBIG mencetak pendapatan senilai Rp4,95 triliun sepanjang 9 bulan 2023. Pendapatan ini bertumbuh 0,63% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4,92 triliun.

Pendapatan TBIG ini dikontribusikan dari pendapatan sewa dari PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) senilai Rp1,69 triliun. Pendapatan dari Telkomsel ini berkontribusi sebesar 34,21% terhadap total pendapatan TBIG. 

Selanjutnya dari PT Indosat Tbk. (ISAT) senilai Rp1,43 triliun yang berkontribusi 28,88%, PT XL Axiata Tbk. (EXCL) yang berkontribusi 17,50%, dan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) sebesar Rp409,39 miliar dengan kontribusi 8,27% ke pendapatan.

Selain itu, perseroan mencetak pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (Ebitda) sebesar Rp4,28 triliun untuk periode sembilan pertama tahun ini. 

TBIG saat ini memiliki 41.572 penyewaan dan 22.292 sites telekomunikasi per 30 September 2023. Sites telekomunikasi terdiri dari 22.175 menara telekomunikasi dan 117 jaringan DAS. 

Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 41.455, maka rasio kolokasi atau tenancy ratio perseroan menjadi 1,87 kali.

CEO TBIG Hardi Wijaya Liong menyampaikan bahwa sepanjang Januari-September 2023, TBIG telah menambahkan 2.260 penyewaan ke dalam portofolio perusahaan yang terdiri atas 524 sites telekomunikasi dan 1.736 kolokasi. 

“Dikarenakan rekonfigurasi jaringan IOH yang sedang berlangsung dan tidak diperbarui sewa beberapa penyewaan IOH yang akan berakhir, penambahan sewa bersih Grup tersebut lebih rendah selama sembilan bulan tahun 2023,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (29/11/2023). 

Di sisi lain, per 30 September 2023, total pinjaman kotor perseroan dalam mata uang dolar AS yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung mencapai Rp27,60 triliun, dan total pinjaman senior sebesar Rp4,87 triliun. 

Sementara itu, dengan saldo kas Rp802 miliar, maka total pinjaman bersih menjadi Rp26,8 triliun dan total pinjaman senior bersih Rp4,06 triliun. Jika menggunakan Ebitda kuartal III/2023 yang disetahunkan, maka rasio pinjaman bersih terhadap Ebitda mencapai 4,6 kali. 

CFO TBIG Helmy Yusman Santoso mengatakan bahwa perseroan terus memperkuat dan mendiversifikasi sumber pendanaan utang. Selain fasilitas pinjaman revolving dengan komitmen dan program obligasi VI sebesar Rp20 triliun, TBIG juga memiliki lebih dari Rp5 triliun dalam pinjaman bilateral rupiah dalam negeri.

“Struktur utang kami tetap kokoh dengan harga yang kompetitif, sepenuhnya terlindungi, dan ketersediaan fasilitas yang belum dicairkan,” kata Helmy Yusman. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper