Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sido Muncul (SIDO) Kasih Bisikan Rasio Dividen Bakal Capai 90%

Emiten produsen Tolak Angin, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) rutin membagikan dividen kepada pemegang sahamnya.
Sebuah iklan Tolak Angin produksi PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) terpampang di sebuah warung pinggir jalan di Jakarta, Minggu (16/2/2014). Bloomberg/Dimas Ardian
Sebuah iklan Tolak Angin produksi PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) terpampang di sebuah warung pinggir jalan di Jakarta, Minggu (16/2/2014). Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten produsen Tolak Angin, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) rutin membagikan dividen kepada pemegang sahamnya. Teranyar, perseroan membeberkan bocoran dividen final untuk tahun buku 2023 dengan rasio hingga 90%.

Direktur Keuangan SIDO Leonard mengatakan setidaknya dalam setahun perseroan membagikan dividen sebanyak dua kali, yang dijadwalkan tiap bulan November dan April, dengan dividend payout ratio (DPR) berkisar 85%-90% dari laba bersih.

"SIDO sangat rajin untuk membagikan dividen, biasanya kami membagikan dividen itu di atas 85% atau di atas 90%. Bahkan dua tahun lalu kalau tidak salah kami bagikan sampai 100%," ujar Leonard dalam paparan publik, Rabu, (29/11/2023).

Adapun pada 20 November 2023, SIDO telah membagikan dividen interim tahun buku 2023 senilai Rp12,6 per saham atau senilai total Rp378 miliar kepada pemegang saham. Dasar pembagian dividen interim SIDO salah satunya yaitu laba bersih mencapai Rp448,10 miliar pada semester I/2023.

Alhasil, SIDO berencana akan membagikan dividen final tahun buku 2023 yang diestimasikan akan dibagikan kepada pemegang sahamnya pada April 2024 mendatang.

"Biasanya dividen kami bagi dua, interim dividen dan final dividen. Interim di bulan November kemarin dan selanjutnya sekitar di bulan April," ujar Leonard.

Di lain sisi, mengacu laporan keuangan per 30 September 2023, SIDO meraih penjualan senilai Rp2,36 triliun pada kuartal III/2023. Capaian ini turun 9,66% secara tahunan atau year-on-year (yoy). 

Lesunya penjualan SIDO dikontribusikan oleh segmen jamu herbal dan suplemen yang merosot 12,13% yoy menjadi Rp1,45 triliun, sementara segmen makanan dan minuman turun 2,64% yoy ke Rp820,39 miliar, dan farmasi anjlok 25,55% menuju Rp85,41 miliar. 

Alhasil, setelah diakumulasikan dengan berbagai beban dan pendapatan lain, SIDO mencatatkan laba bersih kuartal III/2023 sebesar Rp586,57 miliar atau ambles 18,58% yoy.

Dengan demikian, SIDO memproyeksikan keuangan mengalami penurunan 10% yoy baik dari sisi penjualan maupun laba bersih hingga akhir 2023. Alasannya, lemahnya daya beli masyarakat pada kuartal III/2023 akibat kenaikan harga beras hingga 20%, yang kemudian menyebabkan peningkatan inflasi pangan pada periode tersebut.

"Target keuangan tahun ini kami targetkan untuk tahun 2023 memang melihat pelemahan daya beli di masyarakat secara menyeluruh. Penjualan kami targetkan masih turun 10% dan laba bersih juga turun 10%," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper