Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emiten Menara Grup Djarum (TOWR) Kejar Target Pendapatan Rp11,5 Triliun

Emiten menara Grup Djarum, Sarana Menara Nusantara (TOWR) menargetkan pendapatan hingga Rp11,5 triliun pada 2023.
Vice President Director Protelindo Adam Gifari (kanan) bersama Director Indra Gunawan menjelaskan tentang kinerja perusahaannya saat berkunjung ke kantor Redaksi Harian Bisnis Indonesia, di Jakarta, Rabu (24/1)./JIBI-Abdullah Azzam
Vice President Director Protelindo Adam Gifari (kanan) bersama Director Indra Gunawan menjelaskan tentang kinerja perusahaannya saat berkunjung ke kantor Redaksi Harian Bisnis Indonesia, di Jakarta, Rabu (24/1)./JIBI-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten menara Grup Djarum PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) menargetkan pendapatan senilai Rp11,5 triliun sepanjang tahun 2023. 

Dalam materi paparan publiknya, TOWR menuturkan menargetkan revenue sebesar Rp11,5 triliun, dengan target EBITDA Rp9,8 triliun sepanjang tahun 2023. 

Manajemen TOWR juga menuturkan hingga 30 September 2023 telah memiliki dan mengoperasikan 29.915 menara, dengan rasio tenancy 1,8 kali. Selain itu, TOWR juga mengoperasikan 178.300 km jaringan tower fiber (FTTT), dengan total jaringan fiber 196.000 km per kuartal III/2023. 

"TOWR juga memiliki lebih dari 12.500 aktivasi di segmen connectivity," tulis manajemen, Kamis (23/11/2023).

Sebagai informasi, TOWR mencetak pendapatan sebesar Rp8,72 triliun sepanjang 9 bulan 2023. Pendapatan ini meningkat 7,55% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp8,1 triliun.

Namun, laba bersih TOWR turun menjadi Rp2,42 triliun hingga kuartal III/2023. Laba bersih ini merosot 5,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,55 triliun.

CEO dan Direktur Utama SMN Group Aming Santoso menjelaskan laba bersih yang turun ini disebabkan oleh tingkat suku bunga yang lebih tinggi di tahun 2023 dibandingkan tahun 2022.

Dia melanjutkan, strategi TOWR telah berubah dan tidak lagi menjadi murni perusahaan penyedia penyewaan menara sejak 2017 dengan anak usaha iForte yang diakuisisi di tahun 2015.

Selama periode 2016-2023, kata Aming, pertumbuhan pendapatan dari segmen tower tumbuh rata-rata 8% per tahun dan pertumbuhan non-tower mencapai rata-rata 53% dengan kontribusi terbesar datang dari bisnis FTTT (Fiber To The Tower). 

"Saat ini kami telah mengakumulasi lebih dari 196.000 kilometer fiber optic yang menghasilkan revenue untuk bisnis FTTT dan bisnis broadband," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper