Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rugi J Resources (PSAB) Melonjak 396% jadi Rp207,64 Miliar Kuartal III/2023

PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) membukukan kenaikan rugi US$13,40 juta atau sekitar Rp207,64 miliar kuartal III/2023, meski pendapatan naik.
Aktivitas pertambangan di wilayah operasional PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) /jresource.co.id
Aktivitas pertambangan di wilayah operasional PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) /jresource.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten tambang emas PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) membukukan kenaikan rugi US$13,40 juta atau sekitar Rp207,64 miliar (Kurs Jisdor Rp15.487 per dolar AS) pada kuartal III/2023 meski pendapatan tercatat meningkat.

Berdasarkan laporan keuangan di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), PSAB membukukan rugi tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$13,40 juta, meningkat 396,06% year-on-year (yoy) dibanding kuartal III/2022 yang rugi US$2,70 juta.

Melonjaknya rugi perseroan terjadi di tengah meningkatnya penjualan PSAB sebesar 20,78% yoy menjadi US$93,08 juta, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$77,06 juta.

Secara rinci, kontributor terbesar pendapatan PSAB berasal dari penjualan emas dan perak ke Metalor Technologies Singapore Pte., Ltd senilai US$82,74 juta, kemudian PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) sebesar US$6,17 juta dan terakhir kepada Beijing Fuhaihua Import and Export Corp Ltd sebesar US$4,16 juta pada kuartal III/2023. 

"Pada 30 September 2023, penjualan kepada Metalor Technologies Singapore Pte. Ltd. dan PT Aneka Tambang Tbk masing-masing mencerminkan 89% dan 6% persen dari jumlah pendapatan usaha. Sedangkan pada 30 September 2022, penjualan kepada Metalor Technologies Singapore Pte. Ltd. dan PT Aneka Tambang Tbk masing-masing mencerminkan 42% dan 53% dari jumlah pendapatan usaha," tulis manajemen PSAB dikutip Rabu, (22/11/2023).

Sementara itu, perseroan berhasil menurunkan beban pokok penjualan menjadi US$43,76 juta dibanding kuartal III/2022 sebesar US$47,56 juta. Beban pokok tersebut terpangkas sebesar 7,99% secara yoy.

Alhasil, laba kotor perseroan melonjak 67,16% yoy menjadi US$49,31 juta, dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar US$29,49 juta.

Adapun, biaya produksi PSAB meliputi biaya pertambangan US$17,01 juta, beban penyusutan US$9,68 juta, biaya pengolahan US$10,64 juta, dan lain-lain.

Perseroan juga tercatat mencatatkan kenaikan di sejumlah pos beban, seperti amortisasi dan penghapusan, beban bunga dan beban keuangan lainnya, dan beban umum dan administasi.

Berdasarkan neraca, total aset PSAB tumbuh menjadi US$869,29 juta hingga 30 September 2023, dibanding posisi akhir Desember 2022 sebesar US$808,23 juta.

Liabilitas perseroan naik menjadi US$494,76 juta dibanding akhir 2022 sebesar US$427,27 juta. Sedangkan ekuitas turun menjadi US$374,52 juta dibanding Desember 2022 sebesar US$380,95 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ibad Durrohman
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper