Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Minyak Terus Turun Meski Ada Spekulasi Pemangkasan Pasokan oleh OPEC+

Harga minyak mentah (BBM) jenis Brent kontrak Januari 2024 kembali melemah -0,45% atau -0,37 poin di level US$81,95.
Kilang BBM/Ilustrasi
Kilang BBM/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak mentah kembali ke zona turun setelah naik selama dua hari sebelumnya naik didorong oleh spekulasi OPEC+ akan memangkas pasokan lebih banyak pada pertemuan akhir pekan ini.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak Januari 2024 melemah 0.46% atau -0,36 poin menjadi US$77,47 per barel pada Senin (20/11/203) pukul 17.30 WIB. 

Sementara itu,  minyak patokan Brent kontrak Januari 2024 melemah -0,29 % atau -0,24 poin di level US$82,08 pada periode yang sama.

Harga minyak mentah WTI telah diperdagangkan mendekati US$77 per barel. Kemudian, minyak mentah Brent berada di kisaran US$82 per barel setelah naik lebih dari 6%.

Kenaikan harga minyak mentah sejak 3 hari lalu seiring aksi spekulan bertaruh bahwa kelompok produsen siap menambahkan pembatasan produksi dan meredam penurunan harga baru-baru ini.

Menjelang pertemuan OPEC, para pedagang nantinya akan mendapatkan wawasan baru mengenai kondisi pasar Amerika Serikat (AS) dengan dirilisnya angka resmi mengenai stok minyak mentah dan produk, serta ukuran permintaan pada Rabu (22/11). 

Persediaan minyak mentah nasional sendiri juga telah meningkat selama empat minggu terakhir, dan mencapai level tertinggi sejak Agustus 2023. 

Harga minyak mengalami penurunan pada kuartal I/2023, dimana awalnya diguncang oleh pecahnya perang antara Hamas dan Israel namun kemudian berbalik melemah setelah negara Arab memastikan tidak akan melakukan embargo.

Kemudian, indikasi bahwa pasokan minyak mentah non-OPEC meningkat telah menekan harga, dengan peningkatan produksi mengimbangi dampak pengurangan kolektif dan sukarela, yang disepakati oleh OPEC dan sekutunya, termasuk Rusia. 

“Kami melihat ada ruang bagi kelompok tersebut untuk melakukan pengurangan lebih dalam,” kata analis RBC Capital Markets LLC termasuk Helima Croft, mengacu pada OPEC+. 

Meskipun kelompok ini secara luas diperkirakan akan mempertahankan pengurangan pasokan yang ada, menurutnya sulit untuk membuat seruan yang mengikat mengenai tindakan kebijakan, mengingat kepemimpinan mereka cenderung memiliki hasil yang tidak terduga.

Selain itu, Hamas mengatakan bahwa pihaknya hampir mencapai “kesepakatan gencatan senjata” dalam pembicaraan dengan Qatar dan Israel. Hal ini menjadi tanda yang menunjukan adanya diskusi mengenai pembebasan beberapa sandera yang ditahan mengalami kemajuan. 

Namun, ketika diskusi-diskusi tersebut berlangsung, pertempuran di Gaza masih terus berlanjut. 

Sementara itu, rentang waktu menunjukan keseimbangan jangka pendek yang lebih longgar. Kesenjangan antara dua kontrak terdekat untuk Brent dan WTI berada dalam struktur contango yang bearish, ketika kontrak berjangka dengan jatuh tempo yang lebih panjang diperdagangkan dengan harga premium ke kontrak yang lebih dekat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper