Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

10 Saham Paling Banyak Dilego Asing, BBCA dan AMMN Longsor

Saham BBCA, AMMN dan BBRI menempati posisi teratas dalam daftar net sell asing, saat IHSG ditutup hijau hari ini.
Warga mengakses data saham melalui aplikasi IDX Mobile di Cibinong, Kab. Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/8/2023). Bisnis/Suselo Jati
Warga mengakses data saham melalui aplikasi IDX Mobile di Cibinong, Kab. Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/8/2023). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah saham big cap mengalami tekanan jual dari investor asing (net sell), sekalipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melenggang di zona hijau pada perdagangan awal pekan, Senin (20/11/2023).

Berdasarkan data RTI, IHSG hari ini ditutup menguat 0,25% atau 17,22 poin ke 6.994,88. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.954,70 hingga 7.011,05.

Sebanyak 238 saham menguat, 281 saham melemah, dan 238 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa parkir di Rp11.109,81 triliun. Investor asing mencatatkan net sell di seluruh pasar sebesar Rp266,33 miliar.

Tim analis MNC Sekuritas mengatakan IHSG masih menguat 0,25% ke 6,995 dan masih didominasi oleh volume pembelian. Saat ini, diperkirakan posisi IHSG sedang berada di akhir wave iii dari wave (iii).

“IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk menguji kembali 7.000-7.020,” tulis analis MNC Sekuritas dalam risetnya, Senin (20/11/2023).

Namun demikian, lanjutnya, investor perlu waspadai adanya rentang gap yang belum tertutup di 6.887-6.913. Untuk perdagangan Selasa (21/11/2023), IHSG diperkirakan memiliki support 6.887, 6,760 dengan resistensi 7.020, 7.040.

Pada bagian lain, empat saham masuk dalam konstituen indeks The Financial Times Stock Exchange (FTSE). AMMN masuk dalam kategori large cap atau kapitalisasi besar, NCKL masuk dalam kategori mid cap atau kapitalisasi menengah serta MAHA dan RAAM masuk dalam kategori micro cap atau kapitalisasi mikro.

FTSE adalah indeks global yang menjadi 1 dari 3 provider besar. Indeks tersebut menyediakan tolak ukur yang inovatif, analisa dan solusi data bagi investor di seluruh dunia selama lebih dari 30 tahun. FTSE juga mendalami penelitian untuk ESG dengan proses rating yang transparan dan objektif karena menggunakan lebih dari 300 indikator.

Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russel Group merupakan organisasi finansial di Inggris yang memiliki spesialisasi menyediakan indeks untuk acuan pasar keuangan global.

Saham yang memenuhi kriteria FTSE dinilai memiliki fundamental yang kuat dan likuiditas yang baik. Oleh karena itu, saham-saham yang terdapat dalam indeks FTSE dapat menjadi pertimbangan utama bagi investor, terutama mereka yang berasal dari luar negeri.

10 Saham Paling Banyak Dijual Asing, Senin 20 November 2023:

  1. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) net foreign sell Rp355,6 miliar
  2. PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) net foreign sell Rp118,1 miliar
  3. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) net foreign sel Rp78,9 miliar
  4. PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) net foreign sell Rp12,9 miliar
  5. PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) net foreign sell Rp9,5 miliar
  6. PT United Tractors Tbk. (UNTR) net foreign sell Rp8,7 miliar
  7. PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) net foreign sell Rp7,0 miliar
  8. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) net foreign sell 6,5 miliar
  9. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) net foreign sell Rp6,2 miliar
  10. PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) net foreign sell Rp6,0 miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper