Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Diam-diam Bos AKRA Kembali Lakukan Aksi Borong Saham

Presiden Direktur Akra Corporindo (AKRA) Haryanto Adikoesoemo melaporkan telah memborong sebanyak 976.200 lembar saham perseroan.
Diam-diam Bos AKRA Kembali Lakukan Aksi Borong Saham. Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk Haryanto Adikoesomo/Istimewa
Diam-diam Bos AKRA Kembali Lakukan Aksi Borong Saham. Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk Haryanto Adikoesomo/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Bos dari PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) Haryanto Adikoesoemo melaporkan telah memborong sebanyak 976.200 lembar saham perseroan.

Melalui pengumuman di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Haryanto yang menjabat sebagai Presiden Direktur AKR Corporindo melakukan aksi pembelian saham tersebut pada 9 dan 15 November 2023.

Pembelian saham AKRA tersebut dilakukan pada rata-rata harga saham Rp1.477,58 per lembar saham. Artinya, total nilai transaksi saham tersebut mencapai Rp1,44 miliar.

Adapun, melalui aksi penambahan kepemilikan saham tersebut, total saham AKRA yang dikempit oleh Haryanto naik dari 193,799 juta lembar saham menjadi 194,775 juta lembar saham.

Sementara itu tujuan dari transaksi saham itu, disebutkan sebagai investasi. Seentara itu status kepemilikan sahamya langsung oleh Haryanto.

Sebagai informasi, AKR Corporindo meraih laba bersih sebesar Rp1,71 triliun pada kuartal III/2023 atau naik 9,36% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Padahal terjadi penurunan dari sisi topline.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2023 yang tidak diaudit, AKRA membukukan pendapatan penjualan secara konsolidasi sebesar Rp29,97 triliun. Jumlah ini melemah 13,31% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Rp34,58 triliun. 

Direktur dan Sekretaris Perusahaan AKR Corporindo, Suresh Vembu, mengatakan bahwa penurunan tersebut diakibatkan oleh melemahnya harga komoditas sehingga berdampak terhadap pendapatan dari segmen perdagangan dan distribusi.

“Volume tumbuh sementara harga jual rata-rata lebih rendah karena penurunan harga komoditas,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (25/10/2023). 

 Perinciannya, pendapatan dari segmen perdagangan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami penurunan sebesar 15,66% year-on-year (YoY) menjadi Rp27,91 triliun. 

Sementara itu, pendapatan dari segmen jasa logistik pelabuhan dan transportasi mengalami peningkatan 19,13% YoY menjadi Rp669,5 miliar. Adapun pendapatan dari kawasan industri tembus Rp761,57 miliar atau melesat 898,14% secara tahunan. 

Meski total pendapatan melemah, AKRA mampu memperkecil beban pokok penjualan dan pendapatan hingga 14,39% YoY menuju angka Rp27,1 triliun. Alhasil laba bruto yang dibukukan perseroan mencapai Rp2,87 triliun, naik 5,56% YoY.

Setelah diakumulasikan dengan berbagi pendapatan dan beban lain, AKRA laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp,17 triliun atau naik 9,36% YoY. Laba per saham juga naik dari Rp79,23 menjadi Rp86,65 per kuartal III/2023. 

Suresh menambahkan bahwa perseroan juga meraih EBITDA sepanjang 9 bulan pertama tahun ini sebesar Rp2,55 triliun atau tumbuh 13,4% dari raihan Rp2,25 miliar pada tahun lalu. 

Selain itu, dia mengatakan bahwa kuatnya kinerja keuangan yang dicetak AKRA telah menghasilkan peningkatan return on equity (ROE) secara signifikan menjadi 21%, sementara return on asset (ROA) mencapai 8%.

 “Posisi neraca yang kuat dengan total aset Rp28,80 triliun per 30 September 2023 dengan posisi hutang yang rendah. Posisi kas mencapai Rp6,84 triliun atau 22% dari total aset. Net gearing ratio tercatat pada minus 0,17 kali atau mengindikasikan posisi net cash,” pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper