Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Grup Salim (DNET) Gadaikan Saham Sari Roti, Indomaret & KFC Indonesia

Indoritel (DNET) menggadaikan kepemilikan sahamnya dalam Sari Roti, Indomaret, dan KFC Indonesia untuk transaksi pinjaman dengan Bank Mandiri.
RUPS Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI).
RUPS Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI).

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten Grup Salim PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET) menggadaikan kepemilikan sahamnya dalam tiga anak usaha sebagai jaminan atas seluruh pinjaman kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI).

Ketiga saham anak usaha yang dijadikan jaminan tersebut adalah PT Indomarco Primatama (IDM) yang dikenal sebagai pengelola Indomaret, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk. (ROTI) selaku produsen Sari Roti, dan PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST) atau pengelola gerai waralaba KFC Indonesia. 

Sekretaris Perusahaan Indoritel Makmur Internasional Kiki Yanto Gunawan mengatakan perseroan telah menjaminkan secara joint collateral atas harta kekayaan dengan menandatangani perjanjian gadai atas saham yang dimiliki dalam IDM, FAST, dan ROTI, sehubungan dengan pelaksanaan penjaminan atas seluruh pinjaman yang diperoleh dari Bank Mandiri.

“Transaksi dilakukan pada 15 November 2023,” kata Kiki dalam keterbukaan informasi, Jumat (17/11/2023).

Sebelumnya, DNET melakukan perjanjian transaksi khusus dengan Bank Mandiri pada 20 Desember 2017 untuk fasilitas pinjaman senilai Rp2 triliun. Kemudian, DNET bersama BMRI juga menandatangani perjanjian kredit atau term loan 2 senilai Rp4 triliun pada 23 Agustus 2023.

Adapun jumlah saham yang digadaikan berdasarkan perjanjian ini adalah sebanyak 1,43 miliar saham FAST, sebanyak 1,59 miliar saham ROTI, dan 738,72 juta saham IDM.

“Transaksi pemberian pinjaman jaminan kepada Bank Mandiri tersebut bukan merupakan transaksi afiliasi dan tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana peraturan OJK,” kata Kiki.

Di sisi lain, transaksi pemberian jaminan ini merupakan transaksi material lantaran nilainya di atas 20% dari ekuitas DNET, namun tidak melebihi dari 50% ekuitas DNET berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2022. Alhasil, DNET tidak wajib menggunakan tim penilai atau persetujuan pemegang saham atas transaksi ini.

DNET meraih pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp1,03 triliun sepanjang Januari – September 2023. Capaian tersebut memperlihatkan kenaikan sebesar 36,43% YoY.

Namun, setelah diakumulasikan dengan berbagai pendapatan dan beban lain, laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp596,12 miliar atau mencatatkan penurunan sebesar 36,44% YoY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper