Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pengendali Mau Tender Offer Lagi, TBIG: Shareholder Yakin Kinerja Kami Baik

Tender offer yang kembali dilakukan Bersama Digital Infrastructure Asia (BDIA) terhadap saham TBIG dilihat sebagai kepercayaan terhadap kinerja TBIG.
Teknisi melakukan perawatan Base Transceiver Station (BTS) di menara milik PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) di kawasan Gunung Pancar, Kabupaten Bogor, Selasa (30/8/2022). Bisnis/Arief Hermawan P
Teknisi melakukan perawatan Base Transceiver Station (BTS) di menara milik PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) di kawasan Gunung Pancar, Kabupaten Bogor, Selasa (30/8/2022). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA —  Pemegang saham pengendali PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG), Bersama Digital Infrastructure Asia Pte. Ltd. (BDIA) akan melakukan penawaran tender sukarela atau voluntary tender offer terhadap saham TBIG. Manajemen TBIG melihat hal ini sebagai kepercayaan terhadap kinerja TBIG.

Chief Financial Officer TBIG Helmy Yusman Santoso mengatakan tender offer yang dilakukan oleh BDIA ini tidak akan berpengaruh terhadap kinerja TBIG ke depannya.

Menurut Helmy, pemegang saham pengendali TBIG ini meyakini kinerja dan prospek TBIG akan sangat baik ke depannya.

"Bersama Digital Infrastructure Asia sebagai shareholder terbesar TBIG memiliki keyakinan kinerja dan prospek TBIG kedepannya sangat baik," kata Helmy kepada Bisnis, Rabu (8/11/2023).

Dalam prospektusnya, BDIA mengatakan akan melakukan tender offer sukarela terhadap sebanyak-banyaknya 1 miliar saham yang mewakili 4,42% jumlah seluruh saham TBIG.

Tender offer ini akan dilakukan pada harga Rp2.300 per saham. Periode penawaran akan dimulai pada 14 Desember 2023, dan ditutup pada 12 Januari 2024.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menuturkan dari perspektif analisa teknikal, saham TBIG masih menarik untuk dicermati. Menurutnya, aksi tender offer dari BDIA menjadi salah satu katalis positif untuk saham emiten menara ini.

"Dari analisa teknikal TBIG memang menarik untuk dicermati, nanti tinggal merespons sentimen positifnya, salah satunya tender offer," kata Nafan.

Nafan memberikan rating akumulasi untuk saham TBIG, dengan target price terdekat pada level Rp2.200, dan target price kedua pada level Rp2.500.

Analis CGS-CIMB Sekuritas Bob Setiadi dan Genie Purnamasari dalam risetnya menuturkan pada penawaran tender sukarela TBIG sebelumnya, TBIG mengumumkan tender offer serupa untuk membeli 10,97% saham dengan harga Rp3.200 per saham.

"Selama tender offer sukarela sebelumnya, kami melihat harga saham TBIG naik 12% selama periode penawaran tender offer sukarela, yakni pada 22 Juni 2022 hingga 22 Juli 2022," tulis Setiadi dan Purnamasari, dikutip Rabu (8/11/2023).

Akan tetapi, lanjutnya, harga saham TBIG turun 10% dalam satu bulan setelah tanggal ex-tender offer sukarela, yakni pada 26 Juli 2022 hingga 26 Agustus 2022.

Sebagai informasi, sebelumnya BDIA juga pernah melaksanakan tender offer TBIG sebanyak 2,48 miliar saham atau setara 10,97% persen kepemilikan dengan harga Rp3.200 per saham pada Juli 2022.

Adapun CGS CIMB Sekuritas masih mempertahankan rating hold terhadap saham TBIG, dengan target price (TP) sebesar Rp2.200.

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper