Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Laba Rukun Raharja (RAJA) Meroket 123% ke Posisi Rp201,65 Miliar

Perusahaan minyak dan gas terkemuka, PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) mampu mencetak laba bersih US$12,6 juta atau setara Rp201,65 miliar
Fasilitas infrastruktur gas PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA)./raja.co.id
Fasilitas infrastruktur gas PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA)./raja.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan minyak dan gas terkemuka, PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) mampu mencetak laba bersih US$12,6 juta atau setara Rp201,65 miliar bila menggunakan kurs JISDOR Rp15.916.

Perseroan yang memiliki kapitalisasi pasar Rp4 triliun itu membukukan laba bersih US$12,6Juta, naik secara signifikan dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yaitu US$5,6Juta. RAJA berhasil membukukan pertumbuhan kinerja 123% secara year on year (yoy).

Kenaikan laba bersih ditopang oleh peningkatan pendapatan bersih RAJA yang mengalami kenaikan sebesar 26%. Pada periode yang sama di tahun sebelumnya, Manajemen RAJA membukukan pendapatan bersih sebesar US$87Juta.

Adapun untuk kuartal III/2023, pendapatan bersih Perseroan adalah sebesar US$110Juta atau setara dengan Rp1,75 triliun bila menggunakan kurs JISDOR Rp15.916. Manajemen RAJA mengungkapkan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kenaikan pendapatan, seperti penambahan pelanggan baru.

Dengan begitu perseroan mendapatkan kenaikan penjualan gas, dan kenaikan pendapatan atas kenaikan volume pengaliran pada pipa Perseroan. Bila ditelisik segmen jasa pengangkutan minyak berkontribus sebesar US$23,59 juta yang pada kuartal III/2022 tidak ada. Selain itu, pendapatan masih didominasi oleh penjualan gas sebesar US$71,84 juta, operating maintenance sebesar US$5,75 juta, toll fee sebesar US$5,55 juta, gas compressor US$1,36 juta dan lain-lain US$2,85 juta. 

Total pendapatan RAJA dari PT Pertamina Gas (Persero) sebesar US$23,59 juta dan PT PLN (Persero) sebesar US$22,74 juta, masing-masing pihak ketiga ini berkontribusi sebesar 21,26% dan 20,50% dari jumlah pendapatan bersih konsolidasian pada tahun 2023.

Selain itu, Manajemen RAJA menyatakan penyerapan belanja modal Perseroan mencapai US$41Juta atau sebesar 82% dari total yang sudah dianggarkan sampai dengan September 2023 ini. Adapun  penggunaan belanja modal tersebut untuk penyertaan/investasi Perseroan pada salah satu blok minyak di Sumatera.

Lalu penyelesaian pembangunan stasiun induk CNG di Jawa Tengah dan pembangunan pipa untuk customer baru yang berada di propinsi Riau yang akan beroperasi di kuartal IV. Serta joint study untuk proyek pengelolaan minyak dan gas di Blok Jabung Tengah, Propinsi Jambi. Proyek ini sudah dalam tahap eksplorasi harapannya hasil eksplorasi tersebut telah didapatkan pada kuartal IV/2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper