Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wintermar (WINS) Balikkan Rugi Jadi Laba Rp44,5 Miliar, Ini Sebabnya

Wintermar Offshore Marine (WINS) membukukab laba bersih sebesar US$2,79 juta pada kuartal III/2023, berbalik positif dari rugi bersih kuartal III/2022.
Kapal Winposh Ready, salah satu armada tipe Anchor Handling Tug Supply milik PT Wintermar Offshore Marine Tbk./wintermar.com
Kapal Winposh Ready, salah satu armada tipe Anchor Handling Tug Supply milik PT Wintermar Offshore Marine Tbk./wintermar.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pelayaran PT Wintermar Offshore Marine Tbk. (WINS) menorehkan kinerja moncer pada kuartal III/2023 dengan berhasil membalikkan rugi menjadi laba. Adapun faktor pendorongnya yaitu peningkatan utilisasi armada dan kenaikan tarif sewa.

Berdasarkan laporan keuangan di laman BEI, WINS mencetak laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$2,79 juta atau sekitar Rp44,5 miliar, dibandingkan kuartal III/2022 yang menderita rugi US$2,06 juta atau sekitar Rp32,94 miliar (kurs jisdor Rp15.941 per dolar AS).

Kenaikan laba bersih WINS didorong oleh meningkatnya pendapatan 23,25% secara year-on-year (yoy) menjadi US$51,21 juta atau sekitar Rp816,48 miliar, dibandingkan periode sama 2022 sebesar US$41,55 juta, atau sekitar Rp662,41 miliar.

Investor Relations WINS Pek Swan Layanto mengatakan peningkatan utilisasi armada sepanjang tiga kuartal berjalan bersamaan dengan kenaikan tarif sewa yang lebih baik berkontribusi pada peningkatan pendapatan sebesar 30,7% secara quarter-on-quarter (qoq).

"Divisi kapal milik mengalami peningkatan pendapatan sebesar 43,7% qoq, menjadi US$13,7 juta dari US$9,5 juta pada kuartal II/2023, seiring telah dimulainya kontrak sewa dengan tarif sewa baru atas beberapa kapal mid dan high tier," ujar Layanto dalam keterangannya dikutip Senin, (30/10/2023).

Selain itu, utilisasi armada terus meningkat sepanjang kuartal ini sehingga menghasilkan utilisasi rata-rata sebesar 70% pada kuartal III/2023, naik dari 56% pada kuartal sebelumnya.

Dia bilang, selama 9 bulan terakhir, ketersediaan kapal pendukung lepas pantai (OSV) telah mengalami penurunan karena proyek pengeboran di Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin telah menarik unit OSV yang siap beroperasi untuk bekerja di wilayah tersebut. 

"Keterbatasan ini kemudian berimbas pada peningkatan tarif sewa di Asia Tenggara pada semester II/2023," katanya.

Seiring kenaikan pendapatan, beban langsung WINS juga ikut terkerek 13,22% yoy menjadi US$41,08 juta, dibandingkan periode sama 2022 sebesar US$36,28 juta.

Alhasil, laba bruto perseroan melompat 92,35% yoy menjadi US$10,13 juta, dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar US$5,27 juta.

Adapun, kas dan setara kas akhir periode WINS pada 9 bulan 2023 sebesar US$7,26 juta atau melesat 104,97% yoy dibanding periode tahun sebelumnya sebesar US$3,54 juta.

Berdasarkan neraca, total aset WINS tumbuh menjadi US$193,29 juta hingga 30 September 2023, dibandingkan posisi akhir Desember 2022 sebesar US$189,44 juta.

Liabilitas perseroan naik menjadi US$35,25 juta dibandingkan akhir 2022 sebesar US$33,83 juta. Sedangkan ekuitas naik menjadi US$158,03 juta, dibandingkan akhir Desember 2022 sebesar US$155,60 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper