Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Komoditas Hari Ini Selasa (17/10) Batu Bara Naik saat Musim Dingin Dimulai, CPO Masih Jaya

Harga batu bara menguat di tengah meningkatnya permintaan untuk menghadapi musim dingin. Harga CPO juga ditutup menguat.
Aktivitas tambang batu bara di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan. - Bisnis/Husnul Iga Puspita
Aktivitas tambang batu bara di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan. - Bisnis/Husnul Iga Puspita

Bisnis.com, JAKARTA -  Harga batu bara ditutup menguat di tengah meningkatnya permintaan untuk menghadapi cuaca dingin. Crude Palm Oil (CPO) juga ditutup menguat. 

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bata ICE Newcastle kontrak November 2023 ditutup menguat 0,23% atau 0,35 poin ke level US$151,1 per metrik ton, mencatatkan kenaikan dalam tiga hari berturut-turut. 

Kemudian, harga batu bara kontrak Oktober 2023 ditutup melemah sebesar 0,07% atau 0,1 poin ke level US$143,75 per metrik ton.

Jerman telah menyalakan salah satu pembangkit listrik tenaga batu baranya untuk membantu memenuhi kebutuhan energi ketika musim dingin pertama di wilayah tersebut mulai terjadi. 

Hal tersebut lantaran krisis energi bersejarah pada tahun lalu yang memaksa Jerman untuk sementara waktu meningkatkan ketergantungan pada bahan bakar yang tak ramah lingkungan, setelah pasokan gas pipa Rusia ditutup. 

Namun, walaupun hal tersebut menjadi hambatan bagi rencana pemerintah untuk mengurangi emisi yang berbahaya, hal tersebut juga menjadi bagian dari strategi mereka untuk mengendalikan kenaikan harga bagi konsumen selama musim panas. 

Gelombang cuaca dingin kemudian melanda Eropa utara pada Senin (16/10) dengan suhu turun di bawah rata-rata musim dingin, menjadi ujian pertama bagi infrastruktur energi di wilayah tersebut. Hal ini membuat kapasitas jaringan listrik Jerman meningkat, seiring dengan meningkatnya permintaan agar pabrik-pabrik tetap beroperasi dan rumah-rumah tetap hangat. 

Di lain sisi, berdasarkan catatan Bisnis, bea cukai China juga melaporkan impor batu bara pada September melonjak 27,5% dari 2022 karena para pembeli terus mendatangkan pasokan yang lebih murah dari luar negeri menjelang musim puncak musim dingin.

Mengutip Bloomberg, Anglo American Platinum Ltd., BMW AG dan Sasol Ltd. berencana bekerja sama mengembangkan infrastruktur yang akan mendorong produksi dan penggunaan kendaraan bertenaga hidrogen di Afrika Selatan.

Hal tersebut menjadi tantangan bagi Afrika Selatan dimana negaranya sebagian besar mengandalkan pembangkit listrik tenaga batu bara. 

Transisi global menuju sumber energi rendah karbon akan menimbulkan tantangan bagi negara ini, yang sebagian besar pembangkit listriknya bergantung pada pembangkit listrik tenaga batu bara. Negara ini juga menghadapi tingkat pengangguran yang tinggi, yang dapat diperburuk dengan potensi berkurangnya permintaan akan mineral

CPO

Harga CPO untuk kontrak Desember 2023 di bursa derivatif Malaysia menguat 30 poin ke 3,767 ringgit per ton pada perdagangan Senin (16/10). Sedangkan, untuk kontrak November 2023 juga menguat sebesar 23 poin menjadi 3,720 ringgit per metrik ton.

Mengutip Reuters pada Selasa (17/10) harga minyak sawit berjangka Malaysia melemah pada Senin (16/10) namun masih mendekati level tertinggi dalam dua minggu di sesi sebelumnya lantaran lemahnya ringgit dan ekspor yang lebih tinggi mendukung kontrak tersebut.

Intertek Testing Services juga menuturkan bahwa ekspor produk minyak sawit Malaysia 1-15 Oktober 2023 naik menjadi 7,3% atau sebesar 623,245 metrik ton, dari pengiriman pada 1-15 September 2023 yang mencapai 580,893 metrik ton.

Adapun mata uang ringgit, yang menjadi mata uang perdagangan sawit turun menjadi 0,32 persen terhadap dolar, sehingga menjadikan komoditas ini menjadi lebih murah bagi pembeli mata uang asing. 

Impor minyak sawit India pada September 2023 juga menurun 26% dari bulan sebelumnya menjadi 834.797 ton, mencatatkan impor terendah dalam tiga bulan. Badan perdagangan India menjelaskan bahwa hal ini dikarenakan persediaan yang lebih tinggi, yang mendorong penyulingan untuk mengurangi pembelian. 

Analisis teknikal Reuters, Wang Tao menuturkan bahwa minyak kelapa sawit kemungkinan akan memperpanjang kenaikannya ke kisaran 3,768 ringgit hingga 3,795 ringgit per ton, karena telah menembus zona resistensi di kisaran 3,720 ringgit hingga 3,730 ringgit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper