Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tether Bekukan Dompet Kripto Rp13,71 Miliar Terkait Perang di Israel dan Ukraina

Tether mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Biro Nasional Pembiayaan Teror Israel untuk melawan terorisme dan peperangan yang didanai kripto.
Logo stablecoin Tether/Bloomberg
Logo stablecoin Tether/Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Penerbit Stablecoin, Tether membekukan 32 alamat dompet kripto senilai total US$873.118 atau setara Rp13,71 miliar, yang dikatakan terkait terorisme dan peperangan di Israel dan Ukraina.

Mengutip Reuters, Senin (16/10/2023), Tether tidak memberikan rincian pemilik alamat dompet kripto, kapan alamat tersebut dibekukan, atau sifat aktivitas mereka. Laporan tersebut juga tidak memberikan perincian pemisahan antara alamat yang terkait dengan Ukraina dan yang terkait dengan Israel.

Sebagai catatan, alamat dompet kripto adalah rangkaian angka dan huruf yang mengidentifikasi pengirim dan penerima token.

Tether mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Biro Nasional Pembiayaan Teror Israel untuk melawan terorisme dan peperangan yang didanai cryptocurrency, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Pekan lalu Israel mengatakan telah membekukan rekening mata uang kripto yang digunakan untuk meminta sumbangan bagi kelompok militan Hamas di media sosial.

“Menurut kecurigaan, dengan pecahnya perang, organisasi teroris Hamas memulai kampanye penggalangan dana di jejaring sosial, mendesak masyarakat untuk menyetor mata uang kripto ke rekening mereka,” kata pernyataan polisi Israel, Rabu (11/10/2023). 

Menurut keterangan polisi Israel, Unit Siber Kepolisian dan Kementerian Pertahanan segera mengambil tindakan untuk mencari dan membekukan akun-akun tersebut, dengan bantuan bursa kripto Binance, guna mengalihkan dana ke kas negara.

Pernyataan tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang berapa banyak akun yang dibekukan, atau nilai kripto yang disita.

"Selama beberapa hari terakhir tim kami telah bekerja secara real time, sepanjang waktu, untuk mendukung upaya berkelanjutan untuk memerangi pendanaan teror,” kata juru bicara Binance.

Pihak Binance menambahkan bahwa bursa tersebut secara aktif bermitra dengan lembaga penegak hukum dan regulator global.

"Data yang kami gunakan untuk menentukan individu, alamat, dan infrastruktur yang terkait dengan organisasi tertentu berasal dari intelijen yang diberikan oleh penegak hukum dan alat investigasi yang kami, dan mitra kami, telah kembangkan,” kata mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Sumber : Reuters
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper