Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

GOTO Private Placement, Saham Milik Softbank dan Alibaba Terdilusi

Kepemilikan Softbank dan Alibaba terdilusi setelah GOTO melakukan private placement.
Direktur Utama Grup GoTo Patrick Walujo (kanan) dan Presiden Unit Bisnis On-Demand Services Grup GoTo Catherine Hindra Sutjahyo (kedua kiri) berbincang dengan pengemudi di sela-sela peluncuran fitur terbaru Gojek yakni GoRide Transit dalam acara Hub Space 2023 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (29/9)/JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha
Direktur Utama Grup GoTo Patrick Walujo (kanan) dan Presiden Unit Bisnis On-Demand Services Grup GoTo Catherine Hindra Sutjahyo (kedua kiri) berbincang dengan pengemudi di sela-sela peluncuran fitur terbaru Gojek yakni GoRide Transit dalam acara Hub Space 2023 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (29/9)/JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) mengumumkan telah melaksanakan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement sebanyak 17,04 miliar saham.

Pelaksanaan private placement ini membuat kepemilikan Softbank melalui SVF GT Suco (Singapore) Pte. Ltd., dan Alibaba melalui Taobao China Holding Limited menjadi terdilusi. 

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), GOTO menyampaikan telah melakukan pencatatan saham baru pada BEI pada 11 Oktober 2023. Jumlah saham baru yang dikeluarkan adalah sebesar 17,04 miliar saham. 

"Harga pelaksanaan private placement adalah Rp90 per saham," kata manajemen GOTO, Kamis (12/10/2023). 

Manajemen juga mengatakan pihak yang melakukan pengambilan bagian dalam private placement ini adalah Bhinneka Holdings (22) Limited, yang merupakan entitas independen yang didirikan berdasarkan hukum Kepulauan Cayman. 

Melalui private placement ini, Bhinneka Holdings menggenggam sebanyak 1,42 persen kepemilikan saham di GOTO. Masuknya Bhinneka Holdings ini membuat kepemilikan Softbank dan Alibaba terdilusi. 

Saham Softbank tercatat terdilusi dari sebelumnya 7,73 persen, menjadi 7,62 persen saat ini. Begitu pula saham Alibaba yang terdilusi dari 8,84 persen menjadi 8,72 persen saat ini. 

Sebagai informasi, dana yang diperoleh dari hasil private placement ini akan digunakan oleh GOTO untuk pelunasan melalui konversi atas utang GOTO di masa yang akan datang (jika ada) dan atau untuk mendukung kebutuhan modal kerja GOTO dan atau anak perusahaan. 

Kebutuhan modal kerja tersebut termasuk kebutuhan modal kerja PT Tokopedia, PT Swift Logistic Solutions, PT Dompet Anak Bangsa, PT Multifinance Anak Bangsa, dan PT GoTo Solusi Niaga.

Sebagaimana diketahui, GOTO dan International Finance Corporation (IFC) bagian dari Grup Bank Dunia, melakukan kesepakatan yang mencakup investasi sebesar US$150 juta atau setara Rp2,3 triliun. 

Investasi ini meliputi jumlah sampai dengan US$125 juta dari IFC dan US$25 juta dari firma investasi privat Franke & Company, Inc. 

GOTO akan menerima investasi melalui penerbitan saham baru dalam rangka penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu, serta penerbitan surat utang terstruktur kepada Bhinneka Holdings (22) Limited, suatu entitas independen, yang secara bersamaan menerbitkan obligasi bersifat ekuitas kepada IFC dan Franke & Company, Inc. dengan nilai US$150 juta.

Obligasi bersifat ekuitas yang diterbitkan oleh Bhinneka Holdings (22) Limited dapat ditukarkan dengan saham Seri A GOTO yang akan diambil bagian olehnya pada harga penukaran Rp135, yang merefleksikan nilai premium sebesar 50 persen dari harga rata-rata tertimbang saham GOTO pada satu bulan terakhir, yang mencakup tanggal 2 Oktober 2023, atau satu hari bursa sebelum diterbitkannya pengumuman ini. 

Obligasi bersifat ekuitas di atas memiliki tingkat kupon sebesar 5 persen per tahun yang dibayarkan dua kali dalam satu tahun dan akan jatuh tempo pada bulan Oktober 2028.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper