Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

OJK Catat Investor Asing Tarik Rp4,06 Triliun dari Pasar Modal RI

Investor asing atau nonresiden mencatatkan outflow sebesar Rp4,06 triliun mtd, faktor utamanya akibat transaksi crossing.
Karyawan memantau pergerakan saham di salah satu perusahaan sekuritas di Jakarta, Rabu (4/10/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawan memantau pergerakan saham di salah satu perusahaan sekuritas di Jakarta, Rabu (4/10/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat modal investor asing yang keluar (capital outflow) dari pasar modal Indonesia mencapai Rp4,06 triliun hingga September 2023. Namun, angka itu turun signifikan dibanding Agustus 2023 yang sebesar Rp20,10 triliun. 

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan pasar saham Indonesia hingga 29 September 2023 melemah tipis sebesar 0,19 persen month-to-date (mtd) ke level 6.939,89. Sektor yang masih menguat di antaranya sektor barang baku dan energi.

"Investor asing atau nonresiden mencatatkan outflow sebesar Rp4,06 triliun mtd, faktor utamanya akibat transaksi crossing," ujar Inarno dalam hasil RDK OJK bulanan, Senin, (9/10/2023).

Secara year-to-date (ytd), IHSG tercatat menguat sebesar 1,30 persen dengan non-residen membukukan net sell sebesar Rp5,24 triliun. Sedangkan pada Agustus 2023, net sell asing sebesar Rp1,18 triliun ytd. 

Sedangkan dari sisi likuiditas transaksi, rata-rata nilai transaksi pasar saham pada Agustus 2023 mencapai Rp11,36 triliun mtd dan Rp10,49 triliun ytd.

Sejalan dengan pergerakan global, pasar Surat Berharga Negara (SBN) membukukan outflow investor asing sebesar Rp23,30 triliun mtd. Dibandingkan Agustus 2023 yang mencatat outflow Rp8,89 triliun mtd, sehingga mendorong kenaikan yield SBN rata-rata sebesar 26,54 bps mtd di seluruh tenor. 

Secara ytd, yield SBN turun rata-rata sebesar 15,38 bps di seluruh tenor dengan non residen mencatatkan net buy sebesar Rp60,81 triliun ytd.

Di pasar obligasi korporasi, indeks pasar obligasi ICBI melemah 1,18 persen mtd, namun secara ytd masih menguat 5,91 persen ke level 365,17. Pasar obligasi korporasi mencatatkan aliran dana keluar investor non-residen sebesar Rp349,15 miliar mtd, dan secara ytd masih tercatat outflow Rp911,13 miliar.

Selanjutnya di industri reksa dana, nilai Asset Under Management (AUM) pengelolaan investasi tercatat sebesar Rp838,18 triliun atau naik 1,29 persen ytd), dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana per 27 September 2023 tercatat sebesar Rp507,98 triliun atau turun 1,02 persen mtd. 

"Selain itu, investor reksa dana membukukan net subscription sebesar Rp0,96 triliun mtd. Sedangkan secara ytd, NAB meningkat 0,62 persen dan tercatat net subscription sebesar Rp9,54 triliun," katanya.

Inarno mengatakan, minat penghimpunan dana di pasar modal masih tinggi yaitu tercatat sebesar Rp190,02 triliun dengan emiten baru tercatat sebanyak 67 emiten. Di pipeline, masih terdapat 89 rencana penawaran umum dengan perkiraan nilai sebesar Rp41,21 triliun dan rencana IPO oleh emiten baru sebanyak 58 perusahaan.

Sedangkan untuk penggalangan dana pada Securities Crowdfunding (SCF) yang merupakan alternatif pendanaan bagi UKM, hingga 29 September 2023 telah terdapat 16 penyelenggara yang telah mendapatkan izin dari OJK dengan 456 Penerbit, 161.660 pemodal, dan total dana yang dihimpun sebesar Rp975,13 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper