Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Hari Ini Rawan Koreksi, Saham ADRO, AMRT & UNVR Bisa Cuan

Binaartha Sekuritas memprediksi IHSG hari ini berpeluang melanjutkan tren bearish menuju level 6.804. 
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (26/7/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (26/7/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi berbalik melemah pada perdagangan hari ini, Senin (9/10/2023). Sejumlah saham menjadi rekomendasi analis yakni ADRO, AMRT, BBCA, TKIM dan UNVR. 

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan penguatan IHSG pada perdagangan terakhir masih tertahan dan berada di bawah garis SMA-60. Kondisi ini mengindikasikan peluang IHSG untuk melanjutkan tren bearish menuju level 6.804. 

“Berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bearish,” katanya dalam riset harian, dikutip Senin (9/10/2023). 

IHSG sebelumnya ditutup di zona hijau dengan penguatan sebesar 0,20 persen dan parkir di level 6.888 per saham. Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di level 6.888 hingga 6.913. 

Pada perdagangan hari ini, level support IHSG berada di 6.861, 6.804 dan 6.747 dan level resistance di 6.940,7.000 dan 7.058. Ivan merekomendasikan sejumlah saham saat IHSG diprediksi melemah, yaitu ADRO, AMRT, BBCA, TKIM dan UNVR.

PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) ditutup menguat di level Rp2.650 dan akan mempertahankan peluang rebound, juga mengakhiri pembentukan wave (ii) apabila harga masih di atas Rp2.580 sebagai support Fibonacci terdekat. Hold dengan target harga terdekat di Rp2.800.

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) ditutup melemah di level Rp2.730 dan sedang membentuk wave (ii) dan diperkirakan dapat melemah ke level Rp2.640 apabila harga menembus ke bawah Rp2.720 sebagai support terdekat. Buy on weakness pada rentang harga Rp2.650-Rp2.700 dengan target harga terdekat di Rp2.920.

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) ditutup melemah di level Rp9.025 dan sedang membentuk koreksi minor dari wave (ii) dan akan melanjutkan fase uptrend apabila harga tetap berada di atas Rp8.800. Hold atau buy on weakness pada rentang harga Rp8.850-Rp9.000 dengan target harga terdekat di Rp9.300.

PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) ditutup menguat di level Rp8.725 serta telah menembus ke bawah level Rp8.400 yang sebelumnya merupakan support Fibonacci terdekat dan diperkirakan dapat melanjutkan tren turun menuju Rp7.925 dan masih dalam pembentukan wave (iv). Speculative buy pada rentang harga Rp7.900-Rp8.200 dengan target harga terdekat di Rp8.800.

PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) ditutup menguat di level Rp3.800 dan akan mengonfirmasi pembentukan wave [iii] menurut skenario bullish jika harga tembus di atas level Rp3.910 sebagai resisten Fibonacci terdekat. Hold atau buy on weakness pada rentang harga Rp3.650-Rp3.750 dengan target harga terdekat di Rp3.900.

_______________________ 

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper