Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Simak Prediksi Kupon ORI024 saat Suku Bunga BI Stabil

Analis memprediksi memprediksi DJPPR masih akan mematok kupon ORI024 berada di kisaran 5,85 persen-5,95 persen untuk tenor pendek atau tiga tahun.
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis/Abdullah Azzam
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Obligasi Negara Ritel seri ORI024 akan menjadi Surat Berharga Negara (SBN) Ritel ketujuh yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sepanjang 2023. 

Masa penawaran ORI024 akan dibuka pada 9 Oktober 2023 dan berlangsung hingga 3 November 2023. Direktur Surat Utang Negara (SUN) Ditjen Pengelolaan, Pembiayaan, dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Deni Ridwan mengatakan bahwa seri terbaru ORI juga akan diterbitkan dalam dual tranches, yaitu tenor tiga dan enam tahun. 

Penerbitan ORI024 dalam dua tenor, lanjut Deni, bertujuan untuk memberikan alternatif instrumen investasi bagi masyarakat, sesuai dengan preferensi dan tujuan investasinya masing-masing. 

Mengacu pada timeline penerbitan ORI024, Kemenkeu dijadwalkan untuk mengumumkan tingkat imbalan hasil atau kupon ORI024 pada hari ini, Kamis (5/10/2023). 

Namun demikian, berdasarkan penelusuran Bisnis, hingga siang hari ini belum ada pengumuman resmi yang dirilis oleh DJPPR Kemenkeu terkait informasi tersebut. 

Di hubungi terpisah, Chief Economist Permata Bank Josua Pardede memprediksi bahwa DJPPR masih akan mematok kupon ORI024 berada di kisaran 5,85 persen-5,95 persen untuk tenor pendek atau tiga tahun, serta sekitar 6,05 persen-6,15 persen untuk tenor enam tahun. 

Dia mengatakan, prediksi ini tak terlepas dari keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuannya di level 5,75 persen pada September 2023. Sebab, tingkat kupon SBN Ritel cenderung berkorelasi positif terhadap suku bunga acuan BI, sehingga ketika suku bunga dalam negeri cenderung stabil, maka kupon dari ORI pun juga akan berlaku demikian. 

Adapun, Josua juga memprediksi bahwa permintaan terhadap ORI024 akan lebih terbatas jika dibandingkan dengan seri SBN Ritel sebelumnya. Hal ini tak terlepas dari pengaruh sentimen global, misalnya seperti ketidakpastian penurunan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed. 

“Permintaan akan ORI024 juga akan dipengaruhi oleh sentimen global karena sifatnya tradeable, sehingga terdapat eksposur sentimen pasar keuangan domestik. Dari kondisi ini, kami perkirakan permintaan akan cenderung lebih terbatas dibandingkan permintaan pada Juni 2023,” jelasnya kepada Bisnis, Kamis (5/10/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper