Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Petuah Lo Kheng Hong soal Menjadi Full Time Investor Saham

Investor kawakan Lo Kheng Hong menyarankan jangan menjadi investor saham yang emosional karena pemain seperti ini biasanya tidak tahu apa yang dibeli.
Investor saham yang dijuluki Warren Buffet Indonesia Lo Kheng Hong memaparkan materinya pada acara Mega Talkshow Investasi 2020 di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2020). Bisnis/Rachman
Investor saham yang dijuluki Warren Buffet Indonesia Lo Kheng Hong memaparkan materinya pada acara Mega Talkshow Investasi 2020 di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2020). Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Investor kawakan Lo Kheng Hong membagikan petuahnya tentang bagaimana menjadi seorang full time investor saham. Sedikitnya, ada dua hal penting yang masuk dalam catatannya, yakni modal cukup dan pengalaman mumpuni. 

Dalam konteks ini, Pak Lo, sapaan akrabnya, mengatakan modal yang cukup memiliki arti agar modal berinvestasi tidak mengganggu dana kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, pengalaman mumpuni memainkan peran penting dalam menerka pergerakan pasar modal.

“Seorang full time investor perlu memiliki dua hal, yaitu modal yang cukup agar modal yang digunakan tidak mengganggu dana keperluan sehari-hari, dan memiliki pengalaman yang cukup dalam pasar modal karena biasanya risiko datang akibat ketidaktahuan,” ujarnya dalam acara Wealth Wisdom 2023 yang digelar PermataBank, dikutip Kamis (5/10/2023). 

Selain dua hal tersebut, Pak Lo menuturkan bahwa faktor penting lain dalam berinvestasi saham adalah strategi dan analisa yang baik. Menurutnya, pemain saham harus memperhatikan beberapa hal sebelum membeli saham sebuah perusahaan. 

Semisal, menelisik tata kelola perusahaan. Hal ini dinilai menentukan kejujuran dan integritas perusahaan yang menjadi tujuan investasi. Investor juga perlu mencermati jenis bidang yang dijalankan, memperhatikan profit, pertumbuhan dan valuasi suatu perusahaan. 

Di sisi lain, dia juga menyatakan bahwa berinvestasi di pasar saham memerlukan tingkat kesabaran tinggi agar terhindar dari kerugian dan penyesalan. 

“Jangan menjadi investor yang emosional karena pemain seperti ini biasanya tidak tahu apa yang dibeli. Sebaiknya kita perlu membaca annual report sebuah perusahaan agar kita benar-benar paham apa yang akan kita beli dan tidak membeli dengan emosional,” pungkasnya. 

Untuk investor pemula, terdapat hal fundamental yang wajib dilakukan. Salah satunya adalah membaca laporan keuangan sebelum membeli saham. Menurut Pak Lo, membiasakan diri untuk membaca annual report adalah kunci keberhasilan untuk menjadi investor. 

Fundamental lainnya adalah mencermati price ratio rendah dan sektor dengan laba besar melalui bisnis berkelanjutan. Tak cuma itu, investor juga perlu melakukan pendekatan capital gain agar bisa menentukan momentum untuk menjual saham di harga yang lebih tinggi dari pembelian.

Sebagai informasi, pria yang dijuluki sebagai Warren Buffett Indonesia itu tercatat sebagai pemegang saham dari emiten yang bergerak sektor perbankan, perkebunan, properti, media group, hingga perusahaan ban.

Beberapa saham yang menjadi koleksi Pak Lo adalah saham PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP), PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL), PT Global Mediacom Tbk. (BMTR), PT Intiland Development Tbk. (DILD), dan PT Clipan Finance Indonesia Tbk. (CFIN). 

Selain itu, ada pula saham PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA) dan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT). Sampai dengan akhir semester I/2023, kinerja keuangan sejumlah emiten andalan Lo Kheng Hong berhasil membukukan kinerja positif. 

Saham CFIN, misalnya, yang membukukan pertumbuhan laba bersih hingga 6.342,71 secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp649,64 miliar. Hal ini seiring dengan naiknya pendapatan perseroan yang melesat 95,43 persen YoY menjadi Rp1,39 triliun per semester I/2023. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper