Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Grup Pertamina Elnusa (ELSA) Realisasikan Kontrak Migas Rp11,30 Triliun

Beberapa proyek besar yang menyumbang perolehan kontrak Elnusa (ELSA) memiliki komposisi 59 persen pada jasa distribusi dan logistik energi.
Aktivitas operasional PT Elnusa Tbk. Anak usaha Pertamina ini berencana menerbitkan sukuk ijarah dengan target Rp700 miliar guna memenuhi kebutuhan modal kerja./elnusa.co.id
Aktivitas operasional PT Elnusa Tbk. Anak usaha Pertamina ini berencana menerbitkan sukuk ijarah dengan target Rp700 miliar guna memenuhi kebutuhan modal kerja./elnusa.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten jasa pendukung minyak dan gas (migas) Grup Pertamina PT Elnusa Tbk. (ELSA) mencatatkan realisasi kontrak hingga Agustus sebesar Rp11,30 triliun atau naik 14 persen secara tahunan. 

Manager Corporate Communications Elnusa Jayanty Oktavia Maulina mengatakan ELSA berhasil mencatatkan realisasi kontrak hingga Agustus 2023 sebesar Rp11,30 triliun. Besaran tersebut tumbuh 14 persen secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp9,91 triliun.

“Beberapa proyek besar yang menyumbang perolehan kontrak memiliki komposisi 59 persen pada jasa distribusi dan logistik energi, 30 persen jasa hulu migas, dan sisanya 11 persen pada jasa penunjang migas dengan didominasi oleh Pertamina Group sebesar 74 persen dan non-Pertamina Group 26 persen,” kata Jayanty dalam keterangan resmi, Kamis (5/10/2023). 

Jayanty menjelaskan proyek-proyek tersebut di antaranya yang menjadi kontributor utama pada jasa Distribusi Logistik Energi yakni Transportasi BBM dan Pengelolaan Depo. Pada jasa hulu migas kontrak didapatkan untuk pekerjaan jasa drilling fluid dan workover di area Blok Mahakam Kalimantan serta jasa wireline logging. 

Selain itu juga Elnusa tengah mengerjakan pekerjaan jasa survei seismik 3D di Blok Rokan dan Jawa Barat, serta pekerjaan non asset based (EPC O&M) di Blok Rokan juga Balongan Jawa Barat.

Lebih lanjut pada jasa pendukung migas, kontrak yang diraih meliputi beberapa pekerjaan di antaranya jasa kapal pendukung migas dalam penyediaan accommodation work barge, utility vessel, pengelolaan warehouse, pengelolaan data migas serta fabrikasi beberapa peralatan maupun fasilitas migas. 

Berdasarkan pencapaian kontrak yang diraih, Elnusa berkeyakinan mampu mencapai kinerja keuangan yang lebih unggul dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini didukung oleh data yang disampaikan SKK Migas bahwa kebutuhan cadangan migas nasional mengalami peningkatan yang substansial pada 2023. 

“Atas hal tersebut Elnusa memandang masa depan dengan optimisme dan berpotensi memberikan dampak positif yang signifikan pada kinerja perusahaan,” jelas Jayanty. 

Selain itu, Elnusa juga mengklaim akan menjaga konsistensi dalam menjalankan strategi perusahaan serta berinovasi untuk peningkatan kapabilitas pada Jasa Energi. Seperti teknologi stimulasi penggetaran Reservoir Enchance Oil Recovery (EOR), Elnusa bekerja sama dengan Pertamina Upstream Research and Technology Innovation (URTI) dalam melakukan implementasi teknologi di lapangan uji coba yang disediakan oleh PT Pertamina Hulu Rokan. 

Pada akhirnya upaya Elnusa dalam meningkatkan kapabilitas bisnis diharapkan mampu mendukung program pemerintah dalam mewujudkan target peningkatan produksi nasional minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas bumi 12 miliar standar kaki kubik per hari (MMscfd) pada 2030 mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper