Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Grup ABMM Favorit Lo Kheng Hong Kepincut Nikel, Jadi Mitra INCO

Entitas PT ABM Investama Tbk (ABMM), PT Cipta Krida Bahari (CKB) Logistics bersiap meningkatkan bisnis di industri nikel setelah menjadi mitra INCO.
Entitas PT ABM Investama Tbk (ABMM), PT Cipta Krida Bahari (CKB) Logistics bersiap meningkatkan bisnis di industri nikel setelah menjadi mitra INCO.
Entitas PT ABM Investama Tbk (ABMM), PT Cipta Krida Bahari (CKB) Logistics bersiap meningkatkan bisnis di industri nikel setelah menjadi mitra INCO.

Bisnis.com, JAKARTA – Grup emiten tambang favorit Lo Kheng Hong, PT ABM Investama Tbk (ABMM) melalui anak usahanya PT Cipta Krida Bahari (CKB) Logistics, bersiap meningkatkan bisnisnya terkait di industri nikel.

PT Cipta Krida Bahari (CKB Group) adalah perusahaan logistik di Indonesia yang merupakan anak perusahaan PT ABM Investama Tbk, menyediakan jasa logistik, jasa pengiriman barang besar, pengiriman kargo, pengiriman internasional, dan transportasi terintegrasi.

CEO CKB Logistics Iman Sjafei mengatakan industri nikel memiliki potensi yang cukup baik di masa depan. Hal ini seiring dengan perkembangan industri terkait seperti kendaraan listrik dan baterai yang tengah digalakkan oleh pemerintah Indonesia.

Dia menuturkan, pihaknya juga telah memiliki pengalaman pada industri nikel. Hal tersebut karena CKB Logistik sudah menjadi mitra dari PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) dalam pengelolaan logistik seperti keperluan peralatan di lokasi tambang, layanan kargo, dan lainnya.

“Sebenarnya sebelum nikel booming kami juga sudah masuk, bekerja sama dengan Vale sejak sekitar 2011 lalu. Jadi, sekarang kami sedang mencoba memperdalam ke industri ini,” jelas Iman dalam media briefing di Jakarta, dikutip Jumat (22/9/2023).

Iman mengatakan, perusahaan berencana untuk menawarkan layanan logistik terintegrasi untuk para pelaku industri. Pelayanan tersebut mencakup site management services, pelayanan kargo darat, laut, dan udara, hingga pengiriman keperluan terkait di tambang yang ada.

Dia menuturkan, pengelolaan logistik di tambang industri seperti nikel memiliki sejumlah tantangan, seperti akses lokasi yang belum optimal. Hal tersebut karena pada umumnya tambang-tambang tersebut berada di luar kota besar dan cenderung terpencil.

“Tambang-tambang itu kan biasa di lokasi remote (terpencil). Kami bisa memberikan solusi logistik yang menyeluruh untuk pelanggan-pelanggan nantinya, seperti site management sampai mendukung pengiriman hasil produksinya,” papar Iman.

Sementara itu, Business Director Logistics & Distribution CKB Logistics Ety Puspitasari menambahkan, saat ini pihaknya juga tengah menjajaki kemungkinan kerja sama dengan sejumlah perusahaan di industri nikel. 

Meski demikian, dirinya belum dapat merinci perusahaan-perusahaan yang dimaksud dan target kerja sama tersebut akan terwujud.

“Kami sudah ada beberapa inquiry dan ada juga yang masih dalam fase perencanaan. Fokus kami adalah meningkatkan kemampuan di industri ini agar lebih baik dari yang sekarang,” pungkasnya.

Sebagai informasi, ABMM yang merupakan entitas Grup Trakindo memiliki motor bisnis utama di sektor batu bara. ABMM juga memegang 30 persen saham batu bara Grup Sinarmas, PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS), melalui PT Radhika Jananta Raya. ABMM pun menjadi salah satu saham pertambangan favorit investor kawasan Lo Kheng Hong.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper