Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Samator Indo Gas (AGII) Tawarkan Obligasi & Sukuk Rp140 Miliar

Dana yang diraih dari penerbitan obligasi dan sukuk ini akan digunakan untuk belanja modal Samator Indo Gas (AGII) guna peningkatan utilitas pabrik.
Stasiun pengisian gas milik PT Samator Indo Gas Tbk./AGII
Stasiun pengisian gas milik PT Samator Indo Gas Tbk./AGII

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten gas milik keluarga Harsono PT Samator Indo Gas Tbk. (AGII) bersiap menerbitkan obligasi dan sukuk ijarah senilai total Rp140 miliar yang akan digunakan untuk belanja modal guna menambah utilitas pabrik. 

Pada prospektus ringkas, Senin (18/9/2023), AGII akan menerbitkan obligasi dan sukuk ijarah masing-masing senilai Rp70 miliar di mana keduanya akan ditawarkan dalam tiga seri berbeda dengan jangka waktu 3 tahun, 5 tahun dan 7 tahun. 

Penawaran obligasi berkelanjutan III tahap I tahun 2023 merupakan bagian dari PUB obligasi dengan target dana dihimpun sebesar Rp750 miliar. Sementara itu, sukuk ijarah yang diterbitkan merupakan bagian dari PUB sukuk Ijarah berkelanjutan III dengan target dana Rp1,25 triliun. 

Keduanya juga memiliki jadwal pembaratan bunga dan sisa imbalan ijarah yang sama yaitu setiap tiga bulan sejak tanggal emisi. Pembayaran bunga obligasi dan cicilan imbalan ijarah pertama akan dilakukan pada tanggal 10 Januari 2024, sedangkan pembayaran terakhir sekaligus jatuh tempo masing-masing seri adalah pada tanggal 10 Oktober 2026 untuk Seri A, tanggal 10 Oktober 2028 untuk Seri B, dan tanggal 10 Oktober 2030 untuk Seri C. 

Adapun AGII menunjuk PT Indo Premier Sekuritas dan PT mandiri Sekuritas sebagian penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk ijarah sementara wali amanat adalah PT Bank KB Bukopin Tbk. (BBKP). 

"Dana yang diraih dari penerbitan dua surat utang ini akan digunakan untuk belanja modal guna peningkatan utilitas pabrik yang saat ini sebesar 67 persen," tulis prospektus.  

Secara lebih rinci, hasil emisi obligasi, sekitar 60 persen akan digunakan untuk pembelian mesin dan peralatan yang terdiri namun tidak terbatas pada mesin produksi gas, pompa, dan peralatan pendukungnya. Perseroan berencana untuk membeli mesin dan peralatan tersebut dengan tujuan untuk ekpansi usaha. Per tanggal 31 Maret 2023, tingkat utilisasi pabrik yang dimiliki saat ini adalah sebesar 67 persen. 

Kemudian sekitar 40 persen akan digunakan untuk pembelian sarana pemasaran yang terdiri namun tidak terbatas pada storage tank, botol gas, microbulk, lorrytank, iso tank, dan peralatan pendukungnya. 

AGII berencana untuk memperluas operasinya dengan pembelian mesin dan peralatan baru. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan terhadap produk perusahaan, yang dipicu oleh program hilirisasi di sektor otomotif dan sektor makanan serta minuman. 

Di sektor otomotif, ada peningkatan produksi komponen seperti baterai, ban, dan bagian otomotif yang memerlukan nitrogen dan argon yang ditawarkan oleh AGII, sementara itu, di sektor makanan dan minuman, produksi makanan termasuk proses pembekuan membutuhkan pasokan nitrogen. 

Selain itu, permintaan untuk gas medis perusahaan juga terus meningkat setiap tahunnya karena perluasan rumah sakit oleh pelanggan yang sudah ada dan pelanggan baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper