Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Membedah Ekosistem Bank Jago (ARTO) dan Para Penyumbang Kredit

Bank Jago tidak hanya terafiliasi dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT BFI Finance Tbk (BFIN), tetapi juga memiliki institusi lain.
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Diversifikasi ekosistem PT Bank Jago Tbk. (ARTO) disinyalir dapat memperkuat kinerja fundamental perseroan. Pasalnya, bank digital itu tidak hanya terafiliasi dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT BFI Finance Tbk (BFIN), tetapi juga memiliki kemitraan dengan institusi finansial dan platform digital lainnya. 

Berkat strategi diversifikasi ekosistem ini, Tim riset JP Morgan meyakini ARTO memiliki posisi yang lebih baik dibandingkan dengan para pemain bank digital lainnya. Risiko bisnis menjadi lebih tersebar sehingga target bertumbuh secara berkualitas dapat tercapai.

“Kemitraan yang terdiversifikasi dengan GoTo, BFIN, Atome, Home Credit dan Kredit Pintar, serta kemungkinan dimulainya pinjaman langsung, menawarkan jalur pertumbuhan yang jelas bagi Jago dalam beberapa tahun ke depan,” tulis tim riset pada Rabu (13/9/2023).

Sementara itu, tim riset memproyeksikan GoPay, unit usaha GOTO di bisnis finansial, diyakini bakal membantu Jago menambah jumlah nasabah secara eksponensial karena ARTO bakal menampung seluruh simpanan yang berasal dari GoPay.  

Kemitraan strategis itu bakal memampukan Bank Jago menurunkan suku bunga deposito, tapi dapat membebani imbal hasil pinjaman dalam waktu dekat.

Manajemen Jago dan GOTO masih irit bicara soal fitur anyar di aplikasi GoPay ini. Kedua perusahaan tersebut beralasan masih menunggu lampu hijau dari regulator. 

Tim riset JP Morgan menilai pergerakan saham Bank Jago bertumpu pada kemampuan bank meningkatkan penyaluran kredit berisiko rendah dengan imbal hasil tinggi serta berkolaborasi dengan mitra yang mempunyai pengalaman mendalam terkait data pengguna.

“Bank Jago punya kemampuan mengelola kredit, kualitas aset, dan pinjaman kemitraan untuk saat ini meskipun ada beberapa kendala. Oleh karena itu, manajemen risiko ini memberi kami keyakinan bahwa bank akan mampu berkembang,” ungkap tim.

Tim riset JP Morgan menyebutkan ekosistem Bank Jago akan menciptakan waralaba transaksi, menavigasi siklus kualitas aset, dan meningkatkan pangsa pasar sehingga membangun bank yang berkualitas. 

Atas dasar pertimbangan itu, JP Morgan telah mengubah status rekomendasi netral menjadi overweight atau beli dengan target harga Rp2.700.

"[Status] Bank Jago kami tingkatkan menjadi overweight dari netral.  Saham yang telah turun 18 persen dalam 1 bulan telah membuka potensi kenaikan sebesar 24 persen pada target harga kami per tanggal 24 Juni ke Rp2.700," tulis tim.

Sementara itu, Analis Sinarmas Sekuritas Ivan Purnama mengatakan sejak mulai beroperasi pada 2021, ARTO telah menjalin kerjasama dengan lebih dari 38 mitra, mulai dari fintech lending, multifinance, peer-to-peer (P2P) lending, dan lembaga keuangan digital lainnya. 

Ada 3 mitra ekosistem utama (GOTO, Bibit dan BFI), mitra pemberi pinjaman (Home Credit, Kredit Pintar, dan Atome), beberapa fintech lain yang sedang berkembang sebagai mitra pemberi pinjaman (AdaKami, Carsome, Dhanapala, Findaya, dan Radana). Adapun pada akhir 2022, sebanyak 30% nasabah Bank Jago berasal dari kemitraan strategis dengan grup GoTo.

“ARTO memiliki mitra pemberi pinjaman dengan 32 perusahaan, dimana Pinjaman Kemitraan & Ekosistem mempunyai proporsi pinjaman tertinggi dengan 81,4 persen,” ungkapnya.

Menurutnya pinjaman berbasis Kemitraan dan integrasi Ekosistem juga menjadi satu-satunya kredit yang tumbuh positif yakni 11,2 persen QoQ. Pertumbuhan pinjaman secara keseluruhan juga memiliki pertumbuhan yang kuat dengan CAGR sebesar 222,3 persen dari tahun 2020 hingga 2022, yang sebagian besar didorong oleh berkolaborasi dengan seluruh mitranya. 

“Kami memberikan saham ARTO dengan rating netral tetapi dengan target harga Rp2.650. Dalam beberapa kuartal terakhir, harga ARTO sudah mulai normal dari puncaknya sekitar 28,9 kali P/B dan hampir menyentuh titik terendah untuk sekarang,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper