Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Update Antam (ANTM) soal Pabrik Feronikel Haltim

Antam telah melakukan proses tapping metal perdana (first metal tapping) Pabrik Feronikel Haltim.
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) Pomalaa milik PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk, di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/5/2018)./JIBI-Nurul Hidayat
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) Pomalaa milik PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk, di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/5/2018)./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten Grup BUMN MIND ID, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) atau antam telah melakukan proses tapping metal perdana (first metal tapping) Pabrik Feronikel Haltim yang merupakan rangkaian commissioning pabrik. 

Direktur Pengembangan Usaha ANTM I Dewa Wirantaya mengatakan proses tapping perdana tersebut merupakan tahapan ketiga dari rangkaian commissioning pabrik yang ditargetkan akan selesai akhir kuartal III/2023. 

“First metal tapping merupakan rangkaian commissioning Pabrik Feronikel Haltim dan kelanjutan dari tahapan switch-on Electric Smelting Furnace (ESF) yang telah diselenggarakan sebelumnya pada tanggal 19 Juli 2023,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (14/9/2023). 

Serelah proses first metal tapping dilakukan, ANTM akan mulai mempersiapkan produksi komersiap pabrik feronikel yang berlokasi di Halmahera Timur, Maluku Utara. 

Pabrik Feronikel Haltim ini memiliki kapasitas produksi mencapai 13.500 ton nikel dalam feronikel (TNi). Nantinya, setelah beroperasi secara penuh, Pabrik Feronikel Haltim akan mendukung produksi feronikel dari Pabrik Feronikel Kolaka di Sulawesi Tenggara yang berkapasitas 27.000 TNi, sehingga ANTM akan memiliki portofolio kapasitas produksi feronikel terpasang sebesar 40.500 TNi.

Dalam laporan produksi semester I/2023, produksi feronikel ANTM sebesar sebesar 10.537 ton. Capaian itu turun tipis bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 11.982 ton.

Di sisi lain, volume penjualan feronikel tercatat sebesar 10.606 Tni atau naik 10 persen dibandingkan dengan semester I/2022 yang tercatat sebesar 9.622 Tni.

ANTM menargetkan volume produksi dan penjualan feronikel pada 2023 masing-masing sebanyak 27.201 TNi. Target tersebut mencerminkan pertumbuhan masing-masing 12 persen dari capaian produksi unaudited feronikel pada 2022 sebesar 24.334 TNi dan capaian penjualan unaudited tahun 2022 sebesar 24.210 TNi.

Segmen nikel tercatat berkontribusi 34 persen dari total penjualan bersih ANTM yang mencapai Rp21,66 triliun pada semester I/2023. Segmen yang mencakup produk feronikel dan bijih nikel itu mendulang penjualan Rp7,43 triliun, tumbuh 36 persen dari capaian semester I/2022 sebesar Rp5,45 triliun.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper