Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Indonesia Investment Authority (INA) Sebut PLTU Cirebon Pensiun Akhir 2023

Indonesia Investment Authority (INA) mengharapkan rencana memensiunkan dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon diharapkan rampung pada akhir 2023.
PLTU Cirebon-1 dengan kapasitas 660 megawatt (MW) yang berlokasi di Jawa Barat rencananya akan dipensiunkan lebih awal melalui skema energy transition mechanism. Dok cirebonpower.co.id
PLTU Cirebon-1 dengan kapasitas 660 megawatt (MW) yang berlokasi di Jawa Barat rencananya akan dipensiunkan lebih awal melalui skema energy transition mechanism. Dok cirebonpower.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia Investment Authority (INA) mengharapkan rencana memensiunkan dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon diharapkan rampung pada akhir 2023. 

Hal ini diungkapkan oleh Managing Director of Investment Indonesia Investment Authority (INA) Andry Setiawan dalam rangkaian acara Indonesia Sustainbility Forum (ISF), Jumat (8/9/2023). 

Andry menyebut bahwa rencana untuk memensiunkan dini PLTU Cirebon menjadi salah satu upaya pemerintah maupun sejumlah stakeholders untuk mempercepat upaya transisi energi. 

"Proyek percontohan kami tahun ini adalah PLTU Cirebon dan diharapkan kami bisa menyelesaikannya pada akhir tahun ini," ujarnya dalam rangkaian acara ISF, Jumat (8/9/2023). 

Rencana untuk menyuntik mati PLTU Cirebon, sambungnya, juga dinilai telah menjadi bukti dari keberhasilan Indonesia dalam menjalin kemitraan secara global. 

Seperti diketahui, pemerintah melalui PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memulai pembahasan pensiun dini PLTU Cirebon bersama dengan Asian Development Bank (ADB). 

Nota kesepahaman tersebut turut disepekati oleh INA dan pemilik PLTU Cirebon, PT Cirebon Electric Power. 

"Kerja sama ini telah menunjukkan [kemampuan untuk mempercepat transisi energi] kepada dunia karena kita telah melakukan kemitraan secara global," sambung Andry. 

Diberitakan Bisnis sebelumnya, pensiun dini PLTU Cirebon akan dilakukan dengan menggunakan pendanaan gabungan melalui skema energy transition mechanism (ETM). 

Skema tersebut merupakan pijakan awal untuk merancang kerangka kerja dan pembiayaan serta investasi untuk program ETM. Adapun terdapat beberapa alasan yang akhirnya menjadikan PLTU Cirebon sebagai proyek percontohan. 

Pertama, PLTU milik Cirebon Electric Power dengan PLN sebagai pembeli listrik memiliki kombinasi yang tepat, mulai dari pemilik yang tertarik pada skema ETM, umur pembangkit yang 'paruh baya', serta memiliki struktur keuangan yang sesuai untuk refinancing. 

Kedua, perusahaan sudah memiliki program tanggung jawab sosial perusahaan yang aktif dan memiliki keterlibatan yang erat dengan masyarakat.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper