Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Menunggu Arus Deras Dana Asing ke GOTO Usai Masuk FTSE Low Carbon

Harga saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) berpotensi terus menanjak seiring masuknya dalam indeks FTSE khusus sektor rendah karbon.
Annisa Kurniasari Saumi,Pandu Gumilar
Jumat, 8 September 2023 | 15:00
CEO GOTO Group, Patrick Walujo dalam acara peluncuran aplikasi Gopay di Jakarta, Rabu (26/7/2023) - Youtube Gopay.
CEO GOTO Group, Patrick Walujo dalam acara peluncuran aplikasi Gopay di Jakarta, Rabu (26/7/2023) - Youtube Gopay.

Bisnis.com, JAKARTA — Harga saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) berpotensi terus menanjak seiring masuknya dalam indeks FTSE khusus sektor rendah karbon.

Manajemen FTSE memasukkan GOTO sebagai salah satu konstituen ke dalam indeks ESG Low Carbon. GOTO akan efektif masuk pada Senin, 18 September 2023.

Tidak cuma itu, raksasa teknologi tersebut juga akan masuk indeks lainnya yaitu, indeks FTSE Asia ex Japan ESG Low Carbon.

Dalam Laporan Asset and Wealth Management Revolution 2022 PwC menunjukkan bahwa aset kelolaan (Assets under Management/AuM) terkait Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola atau ESG yang ditangani para aset manajer secara global diperkirakan naik menjadi US$33,9 triliun pada 2026 dari posisi US$18,4 triliun pada 2021.

Bila menghitung proyeksi laju pertumbuhan majemuk tahunan atau compound annual growth rate (CAGR) sebesar 12,9 persen, laju aset ESG akan menghasilkan 21,5 persen dari total AuM global dalam waktu kurang dari 5 tahun. Kawasan Asia-Pasifik (APAC) memiliki persentase pertumbuhan AuM ESG tercepat, yang diprediksi meningkat lebih dari tiga kali lipat hingga mencapai US$3,3 triliun pada  2026.

Dengan demikian terdapat potensi arus dana asing masuk ke GOTO menjadi deras. Sebelumnya pun Tim Bloomberg Inteligence mempekirakan dana asing masuk ke saham GOTO kian besar setelah dimasukkan dalam indeks MSCI. Mereka menilai setiap 0,1 persen bobot berpotensi mengalirkan dana mencapai US$100 juta.

Merespon hal tersebut Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menyatakan tren penjualan saham GOTO semakin menyusut. Dia pun merekomendasikan beli dengan potensi kenaikan hingga ke level Rp105.

"GOTO mengalami technical rebound setelah mendekati support kuatnya di level Rp81 dengan volume tren penjualan yang menyusut serta pelemahan saham yang semakin terbatas sejak turun dari Rp90 hingga bottoming di Rp83," katanya kepada Bisnis pada Jumat (8/9/2023).

Menurutnya untuk level support GOTO saat ini berada pada posisi Rp86 per saham dengan level resistance Rp105 per saham.

Sementara itu, Senior Investment Information Mirae Asset Nafan Aji Gusta menambahkan pemguatan saham GOTO juga disebabkan oleh faktor makroekonomi dan fundamental perseroan.

Sementara itu, Senior Investment Information Mirae Asset Nafan Aji Gusta menambahkan pemguatan saham GOTO juga disebabkan oleh faktor makroekonomi dan fundamental perseroan.

“Perbaikan konsumsi domestik juga memberikan sentimen yang positif pada GOTO. Dengan perbaikan konsumsi maka ada potensi kenaikan pendapatan bagi fundamental perusahaan,” katanya kepada Bisnis.

Nafan meyakini GOTO akan semakin dekat dengan adjusted EBITDA positif seperti yang ditargetkan pada akhir tahun ini. Adapun target harga yang disematkan olehnya kepada GOTO adalah Rp151 per saham dengan rekomendasi akumulasi beli.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper