Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Hari Ini Rawan Koreksi, Cek Saham ACES, ESSA, INKP, UNVR

IHSG berisiko rawan terkoreksi atau bearish pada perdagangan hari ini, Jumat, (8/9/2023), setelah ditutup melemah 0,59 persen pada perdagangan kemarin.
IHSG berisiko rawan terkoreksi atau bearish pada perdagangan hari ini, Jumat, (8/9/2023), setelah ditutup melemah 0,59 persen pada perdagangan kemarin. Bisnis/Himawan L Nugraha
IHSG berisiko rawan terkoreksi atau bearish pada perdagangan hari ini, Jumat, (8/9/2023), setelah ditutup melemah 0,59 persen pada perdagangan kemarin. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berisiko rawan terkoreksi atau bearish pada perdagangan hari ini, Jumat, (8/9/2023), setelah ditutup melemah 0,59 persen pada perdagangan kemarin. Untuk trading kali ini, analis merekomendasikan saham ACES, ESSA, INKP, dan UNVR.

Tim Analis MNC Sekuritas mengatakan pada perdagangan kemarin, Kamis, (7/9/2023), IHSG terkoreksi ke 6.954 disertai dengan munculnya volume penjualan, namun koreksi IHSG masih tertahan oleh MA20. Apabila IHSG tidak mampu menembus 7,020 sebagai resistancenya, maka diperkirakan IHSG sudah menyelesaikan wave v dari wave (i).

"Hal tersebut berarti, IHSG akan memulai fase koreksinya untuk menuju ke rentang area 6,737-6,846 sebagai target koreksinya," ujar Tim Analis MNC Sekuritas dalam riset pada Jumat, (8/9/2023).  

Pada perdagangan hari ini, IHSG diprediksi memiliki level support di 6.924, dan 6.869 sementara itu level resistance di 7.020, dan 7.053. Adapun beberapa rekomendasi saham MNC Sekuritas yaitu:

ACES - Buy on Weakness 

PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES) terkoreksi 0,7 persen ke level Rp720 dan masih didominasi oleh volume penjualan. MNC Sekuritas memperkirakan, posisi ACES saat ini sedang berada di wave ii dari wave (iii), sehingga ACES masih rawan melanjutkan koreksinya dan dapat dimanfaatkan untuk Buy on Weakness (BoW).

Buy on Weakness: Rp680-Rp710

Target Price: Rp775, Rp825

Stoploss: below Rp655

ESSA - Buy on Weakness 

PT Surya Esa Perkasa Tbk. (ESSA) terkoreksi 3,7 persen ke Rp645 disertai munculnya volume penjualan, namun koreksi ESSA masih tertahan oleh cluster MA20 dan MA60. Selama belum mampu break 680 sebagai resistancenya, maka posisi ESSA saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [b] sehingga ESSA masih rawan terkoreksi.

Buy on Weakness: Rp535-Rp595

Target Price: Rp690, Rp745

Stoploss: below Rp480

INKP - Buy on Weakness 

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) menguat 3,3 persen ke Rp9,475 disertai dengan munculnya volume pembelian, namun penguatannya masih tertahan oleh MA20. Diperkirakan, posisi INKP saat ini sedang berada pada bagian dari wave [b] dari wave 2, sehingga INKP masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: Rp9,275-Rp9,400

Target Price: Rp9,700, Rp9,875

Stoploss: below Rp9,000

UNVR - Buy on Weakness 

PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) terkoreksi 0,5 persen ke Rp3,630 disertai dengan munculnya volume penjualan. Kami perkirakan, posisi UNVR saat ini sedang berada di akhir wave (v) dari wave [c], sehingga koreksi UNVR akan cenderung terbatas dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.

Buy on Weakness: Rp3,540-Rp3,600

Target Price: Rp3,800, Rp3,950

Stoploss: below Rp3,500.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper