Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

OJK Buka Suara Soal Saham Free Float Vale Indonesia (INCO)

OJK menelaah sampling daftar pemegang saham Vale Indonesia (INCO) per Juni 2023.
Proses penambangan Nikel PT Vale Indonesia Tbk. di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Jumat (28/7/2023)/Bisnis-Paulus Tandi Bone
Proses penambangan Nikel PT Vale Indonesia Tbk. di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Jumat (28/7/2023)/Bisnis-Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengonfirmasi kabar saham free float milik PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang disebut dikuasai afiliasi Sumitomo Metal Mining Ltd. maupun Vale Canada Ltd. 

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan berdasarkan Penelaahan OJK atas sampling daftar pemegang saham INCO per Juni 2023 atas 20 persen kepemilikan saham INCO oleh masyarakat, hanya Sumitomo Mitsui Trust Bank Limited sebagai pengelola dana pensiun Sumitomo dengan kepemilikan 0,000875 persen dari keseluruhan saham yang beredar yang berkaitan dengan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd.

“Selain itu, tidak ditemukan Daftar Pemegang Saham yang berkaitan dengan Vale Canada Limited dan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd,” katanya, dikutip Rabu (6/9/2023). 

Sementara itu, berdasarkan laporan registrasi pemegang efek yang berakhir pada 31 Juli 2023, dapat diketahui kepemilikan saham INCO oleh MIND ID sebesar 20 persen, Vale Canada Limited 43,79 persen, dan Sumitomo Metal Mining sebesar 15,03 persen. Adapun kepemilikan saham Masyarakat mencapai 20,38 persen. 

Sebelumnya, Menurut Komisi VII DPR RI, sekitar 60 persen saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang beredar di masyarakat masih dimiliki oleh pihak asing dan memiliki keterkaitan dengan Sumitomo, yang dianggap berdampak negatif terhadap kebijakan pengambilan keputusan di Indonesia, termasuk dalam konteks divestasi. 

Bambang Hariyadi, Ketua Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI, mengungkapkan bahwa mereka telah berkomunikasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengonfirmasi jumlah saham INCO yang tersedia untuk umum. Diketahui bahwa sebagian besar saham yang beredar di pasar dimiliki oleh investor asing. 

" Kami dengan Pak Menteri sudah ke OJK, hanya 40 persen dari saham publik yang dikuasai orang Indonesia, ini kan merugikan Indonesia," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI yang diselenggarakan pada Selasa, 29 Agustus 2023. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper