Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kebangkitan Saham Grup Bakrie (BUMI, BRMS, ENRG, DEWA) Masuk FTSE Index

Saham BUMI, BRMS, ENRG, DEWA mengalami kebangkitan usai masuk FTSE Index.
Aburizal Bakrie/Reuters
Aburizal Bakrie/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Empat emiten Grup Bakrie PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT Bumi Resources Mineral Tbk. (BRMS), PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) dan PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) masuk dalam konstituen FTSE Global Equity Index yang akan berlaku Senin (18/9/2023). 

Saham-saham milik Bakrie mulai bergeliat saat pengumuman konstituen pada 21 Agustus lalu oleh Financial Times Stock Exchange (FTSE).

BUMI dan BRMS terdaftar dalam kategori small market cap, sementara ENRG dan DEWA masuk dalam kategori Micro Market Cap. 

Berdasarkan data RTI Business pada perdagangan hari ini, Senin (28/8/2023 pukul 15.20 WIB , saham BUMI bergerak ke posisi Rp142 per saham. BUMI naik 3,64 persen dari harga penutupan Jumat (18/8/2023). 

Pada perdagangan hari ini, BUMI naik 0,71 persen dari harga pembukaannya di level Rp140 per saham. Saham BUMI bergerak di rentang Rp139 hingga Rp144 per saham. 

Sementara itu, saham ENRG parkir di level Rp238 atau turun 2,48 persen. Harga tersebut naik 3,47 persen dibandingkan dengan harga sebelum pengumuman di level Rp230 per saham. Pada perdagangan hari ini sahm ENRG bergerak di rentang Rp236 hingga Rp244 per saham dari harga pembukaannya di level Rp242 per saham. 

Kemudian saham BRMS berada di level Rp202 per saham naik 1 per saham atau 2 poin. Sepanjang perdagangan BRMS berada di level Rp199 hingga Rp204 per saham. Jika dibandingkan dengan harga sebelum pengumuman indeks FTSE, maka BRMS telah naik 14,12 persen. 

Saham emiten Grup Bakrie lainnya yaitu DEWA juga bergerak hijau pada perdagangan hari ini dan parkir di level Rp64 per saham atau naik 3,23 persen. Sepanjang perdagangan, DEWA bergerak di level Rp61 hingga Rp64 per saham dari harga pembukaannya di level Rp62. 

DEWA telah bergerak naik 6,66 persen dibandingkan dengan perdagangan Jumat (18/8/2023) lalu yang parkir di level Rp60 per saham. 

Empat emiten bakrie masuk indeks FTSE bersama sejumlah saham lain. saham PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA), PT Mitra Aktif Perkasa Tbk. (MAPA), PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) juga masuk kategori small cap.  

Selain DEWA dan ENRG, ada 10 saham lain yang masuk dalam kategori kapitalisasi saham micro cap, yakni PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. (TUGU), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM), PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) dan PT Hillcon Tbk. (HILL).   

Kemudian saham PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC), PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk. (CARS), PT Krakatau Steel Tbk. (KRAS), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) dan PT Sumber Tani Agung Resources Tbk. (STAA).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper