Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wika Beton (WTON) Raih Kontrak Baru Rp3,81 Triliun hingga Juni 2023

Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) mencatatkan kontrak baru senilai total Rp3,81 triliun hingga semester I/2023.
Pekerja tengah mengangkut potongan terakhir slab track yang diproduksi oleh Wika Beton (WTON) pada Rabu (18/5/2022). WTON menargetkan teknologi ini dapat digunakan lebih lanjut pada proyek kereta lain di dalam maupun luar negeri./Istimewa
Pekerja tengah mengangkut potongan terakhir slab track yang diproduksi oleh Wika Beton (WTON) pada Rabu (18/5/2022). WTON menargetkan teknologi ini dapat digunakan lebih lanjut pada proyek kereta lain di dalam maupun luar negeri./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) mampu mencatatkan kontrak baru senilai total Rp3,81 triliun hingga semester I/2023.

Sekretaris Perusahaan Wika Beton Dedi Indra memaparkan total kontrak baru tersebut merupakan proyek dengan sumber pendanaan dari pemerintah yang meliputi Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), dan pinjaman sebesar 42 persen, selebihnya dari Swasta, BUMN dan BUMD.

Sejumlah proyek yang sumber pendanaan berasal dari pemerintah yaitu proyek JLKA Medan, Tol Trans Sumatra, IKN, Jakarta Sewerage System, NCICD, Tol Semarang Demak dan Tol Probolinggo-Banyuwangi.

"Hingga Juni 2023, total perolehan kontrak baru WIKA Beton senilai Rp3,81 triliun," ujarnya kepada Bisnis, dikutip, Minggu (27/8/2023).

Sementara itu, dari sisi pendapatan, hingga semester I/2023, WIKA Beton berhasil membukukan perolehan Pendapatan Usaha sebesar Rp1,82 triliun, serta laba bersih sebesar Rp11,21 miliar.

"Omzet penjualan ini ditopang oleh segmen produk precast sebesar 72 persen dan segmen readymix, jasa dan lainnya sebesar 28 persen," terangnya.

Sampai dengan saat ini, perseroan masih optimis bahwa proyek-proyek yang dikerjakan masih berjalan sesuai dengan target waktu penyelesaian. Untuk proyek-proyek yang dapat dipercepat adalah proyek-proyek yang tidak mengalami masalah dalam hal disain, perizinan dan pembebasan lahan serta yang paling utama adalah masalah kelancaran pembayaran dari pemberi kerja.

Posisi WIKA Beton dalam proyek sebagian besar adalah sebagai pemasok di mana permintaan percepatan ataupun perlambatan tergantung dari pemberi kerja.

Dia menuturkan untuk proyek yang didanai oleh pemerintah tidak mengalami masalah dalam hal ketersediaan dana, berbeda dengan proyek yang didanai oleh investasi sektor swasta. Sisi lain, kendati sumber dana dari pemerintah, bisa jadi perseroan mendapatkan kontrak dari kontraktor utama yang berasal dari BUMN ataupun Swasta.

Perseroan pun menerapkan manajemen risiko dalam setiap perolehan pekerjaan. Kebijakan kontrak yang harus mensyaratkan adanya uang muka, pembayaran monthly progress payment, bahkan pengakuan progres atas produk yang sudah jadi di pabrik merupakan kunci utama untuk menjaga stabilitas cash flow WIKA Beton, termasuk melakukan pengendalian terhadap belanja modal. Namun untuk pemberi kerja yang berisiko atas pesanan produk standar, dikenakan kebijakan pembayaran lunas sebelum pengiriman.

WIKA Beton memiliki prosedur dalam hal pemilihan mitra kerja dan partner kerja sama bisnis, dengan mempertimbangkan kompetensi, loyalitas, dan kemampuan finansial serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper