Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Status Pandemi Dicabut, Okupansi Kamar Intikeramik (IKAI) Pulih

PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) mencatatkan pemulihan tingkat okupansi kamar sejak status pandemi dicabut pemerintah.
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk. (IKAI) mencatatkan pemulihan tingkat okupansi kamar sejak status pandemi dicabut pemerintah.

Direktur Bidang Operasional dan Kepatuhan IKAI Erwan Dwiyansyah mengatakan tingkat okupansi hotel mulai optimal sehingga berdampak pada pendapatan.

Sampai dengan Juli 2023, tingkat okupansi Swiss-Belhotel Bogor milik IKAI mencapai 86 persen. Sementara itu, okupansi Swiss-Belinn Medan mampu menembus angka 92 persen.

"Target okupansi di masing-masing hotel diharapkan bisa naik 5-6 persen hingga akhir tahun ini," ujar Erwan di Jakarta, Jumat (25/08/2023).

Erwan menambahkan target okupansi berpotensi naik karena ada potensi peningkatan wisatawan domestik yang membanjiri dua kawasan tersebut jelang libur akhir tahun. 

Khusus Bogor, lanjutnya, banyak wisatawan dari Jakarta dan sekitarnya yang ingin berlibur di kawasan Bogor hingga Puncak. Sementara untuk Medan, wisatawan datang dari daerah kabupaten Tapanuli dan dari Aceh.

Menurutnya dengan peningkatan permintaan hotel untuk keperluan bisnis dan liburan, terbuka kemungkinan ekspansi. Erwan mengatakan melihat peluang terbesar dan tidak membatasi di suatu kota untuk memperluas cakupan.

"Sekarang kian banyak bisnis perhotelan, hal ini karena membaiknya perekonomian. Pada dasarnya kalau ekonomi membaik, orang akan bepergian untuk berlibur dan bisnis. Daya beli tinggi, serta merta berwisata jadi kebutuhan pokok. Itulah sebabnya kami tetap optimis ke depannya makin prospektif (bisnis perhotelan)," jelas Erwan.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, pendapatan bisnis perhotelan hingga kuartal II/2023 mencapai Rp45,4 miliar atau naik dibandingkan pencapaian pada Juni 2022 sebesar Rp 35,6 miliar.

Di sepanjang 2022, perseroan telah mengantongi pendapatan dari bisnis perhotelan sebesar Rp84,11 miliar dari operasional anak usaha PT Hotel Properti Internasional (HPI) melalui Swiss-Belhotel Bogor dan PT Saka Mitra Sejati (SMS) melalui Hotel Swiss-Belinn Gajah Mada Medan, dan Hotel Saka Medan.

Berdasarkan laporan keuangan di kuartal II/2023, pendapatan IKAI naik dari Rp108,8 miliar pada 30 Juni 2022 menjadi Rp109,9 miliar. Beban pokok perusahaan juga berhasil ditekan dari semula Rp 60,8 miliar menjadi Rp 51,4 miliar. Sehingga laba bruto perseroan naik dari Rp 48,01 miliar menjadi Rp 58,4 miliar.

"Kendati masih tertekan, perseroan berhasil mencatatkan laba usaha Rp 1,39 miliar dari sebelumnya masih rugi Rp 3,94 miliar," kata Presiden Direktur IKAI Yohas Raffli.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper