Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pizza Hut (PZZA) Rem Ekspansi Gerai Tahun Ini, Buka 5 Restoran Baru

Untuk sisa 2023, Pizza Hut berencana melanjutkan ekspansi gerai ke wilayah Indonesia timur, yakni ke Ambon dan Papua.
Restoran Pizza Hut. PT Sarimelati Kencana Tbk. merupakan pemegang lisensi warabalab Pizza Hut di Indonesia. Pada 2018, jaringan restoran maupun gerai Pizza Hut yang dikelola mencapai 378 titik di seluruh Indonesia/sarimelatikencana.co.id
Restoran Pizza Hut. PT Sarimelati Kencana Tbk. merupakan pemegang lisensi warabalab Pizza Hut di Indonesia. Pada 2018, jaringan restoran maupun gerai Pizza Hut yang dikelola mencapai 378 titik di seluruh Indonesia/sarimelatikencana.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pemegang hak waralaba restoran Pizza Hut, PT Sarimelati Kencana Tbk. (PZZA) mengerem ekspansi gerai pada 2023 setelah membuka 82 gerai baru sepanjang 2022. Perusahaan akan fokus pada evaluasi performa dari gerai-gerai baru yang dibuka setahun terakhir.

Sekretaris Perusahaan Sarimelati Kencana Kurniadi Sulistyomo mengemukakan bahwa PZZA telah membuka total 3 gerai baru pada semester I/2023, masing-masing berlokasi di Bandung, Pangkalan Bun, dan di Tangerang.

“Memang pembukaan pada tahun ini tidak sebanyak tahun lalu karena program kerja tahun ini kami fokus merapikan apa yang sudah dibuka pada 2022,” kata Kurniadi kepada Bisnis, Rabu (23/8/2023).

Untuk sisa 2023, PZZA berencana melanjutkan ekspansi gerai ke wilayah Indonesia timur, yakni ke Ambon dan Papua. Dengan demikian, total gerai yang dibuka pada 2023 berjumlah 5 unit.

“Bersamaan dengan ini kami akan evaluasi bagaimana pembukaan gerai tahun lalu. Bagaimana performa dan penjualan 82 gerai baru,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, ekspansi gerai pada 2022 menjadi salah satu penyebab kenaikan beban selama semester I/2023. Kurniadi mengemukakan tekanan beban yang lebih berat memicu bottom line PZZA ke posisi rugi.

PZZA mencatat rugi tahun berjalan sebesar Rp45,12 miliar sepanjang Januari—Juni 2023. Kerugian ini 691 persen lebih besar daripada semester I/2022 yang hanya sebesar Rp5,70 miliar.

Kondisi bottom line yang negatif dialami PZZA meskipun penjualan bersih naik 3,75 persen year on year (YoY) dari Rp1,74 triliun pada semester I/2022 menjadi Rp1,81 triliun pada semester I/2023. Namun, beban pokok penjualan tercatat naik 9,61 persen menjadi Rp614,47 miliar, sementara beban usaha meningkat 5,18 persen menjadi Rp1,12 triliun.

“Memang performa bottom line kurang baik. Ini disebabkan oleh beban pembukaan gerai baru 2022 yang ditagih tahun ini,” kata Kurniadi.

Sebagai catatan, beban waralaba yang berkelanjutan Pizza Hut naik 5,39 persen secara tahunan menjadi Rp112,62 miliar dari sebelumnya Rp106,85 miliar. PZZA tercatat mengoperasikan 615 gerai Pizza Hut di berbagai wilayah di Indonesia per 30 Juni 2023.

Selain beban yang bertambah seiring dengan ekspansi gerai, Kurniadi mengatakan pos beban gaji karyawan juga meningkat. Selama semester I/2023, beban gaji naik 6,78 persen YoY dari Rp358,82 miliar menjadi Rp383,16 miliar.

“Kami juga mencatatkan adanya kenaikan biaya bahan baku dan upah dibandingkan dengan tahun lalu,” tambahnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper