Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emiten Gas Industri Surya Biru Murni (SBMA) Makin Ekspansif di Kalimantan

Surya Biru Murni Acetylene (SBMA) mendorong penjualan semua jenis gas di wilayah Kalimantan.
Salah satu pekerja SBMA menjelaskan tentang mekanisme alat di pabrik baru ASP mereka, Selasa (27/6/2023)./Istimewa.
Salah satu pekerja SBMA menjelaskan tentang mekanisme alat di pabrik baru ASP mereka, Selasa (27/6/2023)./Istimewa.

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten gas industri PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk. (SBMA) menyiapkan beberapa strategi untuk mencapai target tahun ini dengan pengembangan penjualan likuid, persiapan sarana dan prasarana, mendorong penjualan semua jenis gas di wilayah Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan. 

Direktur Utama Rini Dwiyanti mengatakan saat ini SBMA telah mengambil 5 persen dari pasar liquid yang ada di Kalimantan Timur dan diestimasikan akan terus meningkat setiap bulannya.

“Rencana ke depan adalah dengan membuat kontrak jangka panjang untuk pengembangan penjualan liquid dan gas di Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (23/8/2023). 

Rini mengklaim saat ini SBMA telah mengambil lebih dari 50 persen pasar untuk penjualan tabung di Minerba, lebih dari 40 persen di sektor migas dan lebih dari 60 persen di bidang Petrokimia. 

Sedangkan dari penjualan tipe bulk mencapai 20 persen untuk Shipyard dan masing-masing 5 persen untuk migas dan Petrokimia. Dari sini, SBMA menargetkan peningkatan untuk penjualan bulk dengan investasi barunya. 

Sementara itu, sepanjang 2023, SBMA menganggarkan belanja modal sebesar Rp6,2 miliar yang dipakai untuk pengembangan air separation plant. Proyek tersebut telah memakan alokasi hingga Rp35 miliar capex selama 2 tahun. 

SBMA telah melakukan commercial start up air separation plant  pada tanggal 27 Juni 2023 dan saat ini produksi liquid perseroan mencapai kapasitas 50 ton sehari. Namun produksi dan penjualan mulai terasa pada Juli dan akan berkontribusi pada kuartal III/2023. 

Terkait dengan pangsa pasar, Rini mengaku pihaknya optimis bisnis akan stabil dan peluang terbuka luas. Hal tersebut berkaitan dengan permintaan liquid di antaranya dari proyek Kawasan Industri Kalimantan. 

Sedangkan peluang ke depan, SBMA saat ini sedang memasuki pasar shipyard dan petrokimia untuk kebutuhan liquid yang meningkat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper