Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mandiri Sekuritas Turunkan Target IHSG Jadi 7.180 hingga Akhir 2023

Volatilitas pada IHSG yang akan terjadi pada paruh kedua 2023 disebabkan karena harga komoditas.
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (26/7/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (26/7/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Mandiri Sekuritas memangkas target proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi 7.180 hingga akhir 2023. Target tersebut direvisi turun dari proyeksi sebelumnya di level 7.510.

Head of Equity Research and Strategy Mandiri Sekuritas Adrian Joezer mengatakan IHSG diprediksi hanya bisa mencapai 7.180 hingga akhir tahun lantaran adanya volatilitas pasar yang masih akan terjadi pada semester II/2023.

"Jadi untuk indeks targeting sebelumnya kami revisi dari 7.510 di pertengahan tahun. Jadi faktor penggerak utamanya yang kami revisi itu lebih ke arah valuasi karena kami naikkan risk premiumnya ke 5 persen," ujarnya dalam Media Gathering dan Macroeconomic Outlook, Selasa (22/8/2023).

Dia mengatakan, volatilitas yang akan terjadi pada paruh kedua 2023 disebabkan karena harga komoditas yang mengalami penurunan dan kinerja beberapa emiten yang dinilai belum memuaskan. Selain itu, menurutnya IHSG masih dalam tahap transmisi atau pemulihan pasca-pandemi tahun lalu.

"Jadi di transmisi ini pasti terjadi volatilitas, namun kami melihat ada beberapa saham yang bisa menjadi menarik sektor-sektor apa yang bisa dicermati di semester II ini dan menuju 2024," katanya.

Menurutnya, sektor yang menjadi penopang terbesar IHSG hingga akhir 2023 adalah sektor perbankan dan consumer staples, yang masing-masing sektor diperkirakan bisa tumbuh ke level 16 persen dan 34 persen.

Ditinjau dari sisi valuasi, Adrian mengatakan kinerja IHSG relatif lebih baik dibandingkan dengan negara-negara tetangga lainnya. Hal itu didukung dengan kondisi makroekonomi Indonesia yang stabil dan inflasi yang semakin landai.

"Kalau dibandingkan dengan tetangga emerging market tiers, kinerja bursa saham Indonesia jadi salah satu yang tergolong baik. Target kami IHSG masih yakin bisa mencapai 7.180 di akhir tahun 2023. Dengan target price earning [PE] sekitar 13,6 kali," pungkas Adrian.

Sebagai informasi, secara year-to-date (ytd), IHSG hanya naik 0,96 persen dari posisi 6.850 pada 2 Januari 2023 ke level 6.916 pada 22 Agustus 2023.

IHSG mengalami volatilitas yang cukup signifikan sepanjang 2023 dengan level terendah di 6.542 dan tertinggi di posisi 6.971.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper