Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Diselimuti Utang, Waskita (WSKT) Kebut Proyek Flyover & IPAL di Palembang

Di tengah balutan utang yang menggunung, BUMN PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) terus mempercepat pengerjaan proyek flyover di Palembang.
Di tengah balutan utang yang menggunung, BUMN PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) terus mempercepat pengerjaan proyek flyover di Palembang. Bisnis/Suselo Jati
Di tengah balutan utang yang menggunung, BUMN PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) terus mempercepat pengerjaan proyek flyover di Palembang. Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah balutan utang, emiten BUMN PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) terus mempercepat pengerjaan proyek flyover dan jaringan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) di Palembang, Sumatera Selatan.

Director of Operation III Waskita Karya Warjo menyatakan bahwa meski pekerjaan dikebut, emiten BUMN Karya tersebut tetap memerhatikan kualitas dan mutu melalui penerapan building information modeling atau BIM.

“Tujuannya bisa mendeteksi adanya konflik di tahapan awal sebuah perencanaan, menghemat biaya serta bisa memastikan estimasi dan kebutuhan dari material, memiliki minimal risiko, serta tingkat kemampuan beradaptasi tinggi,” ucapnya dalam siaran pers dikutip Minggu (13/8/2023).

Pengerjaan proyek flyover di Simpang Jalan Sekip Ujung, Palembang ini, telah mencapai progres 60,66 persen. Dari proyek yang ditandatangani pada 6 April 2022 ini, WSKT meraup kontrak senilai Rp168 miliar dan bekerja sama dengan PT Ricky Kencana Sukses Mandiri.

“Dalam kontrak pekerjaan proyek ini menghabiskan waktu 755 hari, terhitung sejak penandatanganan kontrak dan akan selesai pada bulan April 2024,” tutur Warjo.

Jembatan sepanjang 660 meter ini menghubungkan Jalan Basuki Rahmat dan Jalan R. Soekamto di kawasan Simpang Jalan Sekip Ujung. Harapannya, akses jembatan ini akan memudahkan masyarakat yang ingin melintasi kawasan menuju kedua jalur tersebut.

Sementara itu, proyek jaringan IPAL Palembang Paket B2 B kini telah mencapai progres 91,89 persen. Proyek yang pembangunannya menggunakan dana APBN sebesar Rp191 tersebut telah memakan waktu pengerjaan selama 1.137 dan dipastikan rampung pada Desember 2023.

Proyek IPAL B2 B merupakan satu kesatuan dari pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik-Terpusat (SPALD-T) di Kota Palembang. Proyek ini dibangun melalui dana hibah dari pemerintah Australia sekitar Rp600 miliar.

Warjo menyampaikan bahwa dengan segala kondisi yang dialami saat ini, Waskita terus berkomitmen menjalankan operasional dan fokus menyelesaikan proyek-proyek yang sedang berjalan, sembali melakukan tata kelola secara baik.

Waskita diketahui sedang berada dalam kemelut utang. Teranyar, emiten konstruksi milik pemerintah tersebut gagal membayarkan bunga dan pokok obligasi berkelanjutan IV senilai Rp135,5 miliar yang jatuh tempo pada 6 Agustus 2023.

Waskita juga masih memiliki utang senilai Rp941,75 miliar dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap III Tahun 2018 Seri B. Utang yang jatuh tempo pada 28 September mendatang ini memiliki tingkat bunga sebesar 9,75 persen per tahun.

Selain itu, entitas usaha Waskita yakni PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) juga diketahui tidak membayar utang dari empat seri obligasi. Alhasil, perseroan mengadakan rapat umum pemegang obligasi (RUPO) untuk mencari jalan keluar atas gagal bayar tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dionisio Damara
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper