Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Grup Emtek (RSGK) Tebar Dividen Interim Rp13,94 Miliar, Cek Jadwalnya

Emiten rumah sakit Grup Emtek, yakni PT Kedoya Adyaraya Tbk. (RSGK) akan menebar dividen interim untuk tahun buku 2023 dengan nilai total Rp13,94 miliar.
PT Kedoya Adyaraya Tbk. (RSGK), perusahaan pengelola rumah sakit, resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) per hari ini, Rabu (8/9/2021).
PT Kedoya Adyaraya Tbk. (RSGK), perusahaan pengelola rumah sakit, resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) per hari ini, Rabu (8/9/2021).

Bisnis.com. JAKARTA – Emiten rumah sakit di bawah Grup Emtek, yakni PT Kedoya Adyaraya Tbk. (RSGK) akan menebar dividen interim untuk tahun buku 2023 dengan nilai total Rp13,94 miliar atau setara Rp15 per saham. 

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu (9/8/2023), pembagian dividen interim tersebut sudah sesuai dengan keputusan direksi dan disetujui oleh dewan komisaris perseroan pada Senin, 7 Agustus 2023.

Adapun pembagian dividen interim ini didasari oleh data keuangan RSGK per 30 Juni 2023, yang terdiri atas laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk Rp14,25 miliar, saldo laba ditahan mencapai Rp14,58 miliar, dan total ekuitas Rp754,43 miliar. 

Berikut jadwal pembagian dividen interim Kedoya Adyaraya:

·         Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 18 Agustus 2023

·         Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 21 Agustus 2023

·         Cum dividen di pasar tunai: 22 Agustus 2023

·         Ex dividen di pasar tunai: 23 Agustus 2023

·         Recording date yang berhak atas dividen interim: 22 Agustus 2023

·         Pembagian dividen interim: 5 September 2023

 

Sebagai informasi, RSGK merupakan satu-satunya emiten di bawah Grup PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) yang mencatatkan pertumbuhan laba bersih di semester I/2023.

Berdasarkan laporan keuangannya, RSGK mencatatkan pendapatan senilai Rp179,10 miliar. Pendapatan ini naik 7,89 persen dibandingkan semester I/2022 dari Rp166 miliar. 

Pendapatan itu ditopang oleh pendapatan rawat inap sebesar Rp112,18 miliar, yang terdiri atas obat dan perlengkapan medis Rp32,6 miliar, kamar rawat inap dan tindakan Rp32,6 miliar, layanan penunjang medis Rp16,9 miliar, dan administrasi dan lainnya sebesar Rp7,3 miliar. 

Selain itu, pendapatan dari rawat jalan tercatat sebesar Rp66,9 miliar, yang terdiri dari layanan penunjang medis Rp31,6 miliar, obat dan perlengkapan medis Rp26,3 miliar, kamar rawat jalan dan tindakan senilai Rp5,5 miliar, serta administrasi dan lainnya sebesar Rp3,4 miliar. 

Adapun RSGK membukukan laba bersih senilai Rp14,25 miliar. Jumlah tersebut mencerminkan peningkatan sebesar 64,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dionisio Damara
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper