Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dirut Kimia Farma (KAEF) Buka-bukaan Anggaran Ekspansi Apotek, Intip Nilainya

Seiring ekspansi apotek, Kimia Farma (KAEF) menargetkan pendapatan sekitar Rp11 triliun dan laba Rp130 miliar hingga akhir 2023.
Direktur Utama Kimia Farma, David Utama dalam acara Media Gathering di Pabrik PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia (KFSP), Senin (3/10/2022). /Bisnis-Dewi Fadhilah Soemanagara
Direktur Utama Kimia Farma, David Utama dalam acara Media Gathering di Pabrik PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia (KFSP), Senin (3/10/2022). /Bisnis-Dewi Fadhilah Soemanagara

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) David Utama buka-bukaan soal biaya yang digelontorkan perseroan untuk melakukan penambahan jumlah apotek baru yang nilainya tembus ratusan miliar.

Setidaknya, hingga akhir 2023 Kimia Farma membidik untuk menambah 100 outlet baru sebagai upaya untuk ekspansi perluasan jaringan apotek. Adapun pendanaannya bersumber dari belanja modal atau capital expenditure (capex) perseroan.

"Kalau apotek kami mau tambah 100 lagi hingga akhir tahun. Satu apotek itu biayanya rata-rata Rp1 miliar sampai Rp5 miliar, kalau dilihat total capex dengan laboratorium dan lain-lain sekitar Rp100 miliar sampai Rp500 miliar," ujar David dalam kunjungannya ke Wisma Bisnis Indonesia, Selasa (8/8/2023).

Sebelumnya, KAEF baru saja membuka 23 outlet baru di seluruh Indonesia yang secara serentak diluncurkan pada 7 Juli 2023.

Sebagai informasi, sejauh ini Kimia Farma telah memiliki sebanyak 1.244 farmasi, 10 pabrik obat yang tersebar di Jawa Bali, 48 titik distribusi, dan lebih dari 400 klinik.

Tak hanya itu, David membeberkan strategi perseroan untuk mencapai target pendapatan dan laba bersih tahun 2023. KAEF menargetkan pendapatan sekitar Rp11 triliun dan laba Rp130 miliar hingga akhir tahun.

“Kalau dari pendapatan menurut saya kami akan mencapai target. Tapi untuk laba, kami akan melakukan efisiensi-efisiensi yang kami harus terus jaga, tapi mudah-mudahan kami juga bisa capai target,” jelasnya.

Adapun, emiten BUMN farmasi ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp19,47 miliar pada semester I/2023, berbalik positif dari rugi bersih semester I/2022 sebesar Rp206,30 miliar. 

KAEF juga mencatat kenaikan pada pendapatan sepanjang semester I/2023. Mengutip laporan keuangan yang dirilis Senin (31/7/2023), pendapat perusahaan naik 11,78 persen secara yoy menjadi Rp4,95 triliun, dibandingkan semester I/2022 yang sebesar Rp4,43 triliun. 

Kontribusi pendapatan KAEF ditopang oleh peningkatan jasa layanan laboratorium medis dan klinik, serta peningkatan penjualan berbagai  produk yang ditawarkan KAEF. 

"Strateginya di setiap lini, kami secara komersil harus terpetakan dengan baik, untuk cost kami harus kelola dari segi efisiensi harus kami jalankan, jadi strategi pencapaian finansial kuncinya di eksekusi dan efisiensi," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper