Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kimia Farma (KAEF) Bakal Buka 100 Apotek Baru hingga Akhir 2023

Emiten farmasi PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) berencana membuka 100 outlet apotek baru secara bertahap hingga akhir 2023.
Direktur Utama Kimia Farma, David Utama dalam acara Media Gathering di Pabrik PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia (KFSP), Senin (3/10/2022). /Bisnis-Dewi Fadhilah Soemanagara
Direktur Utama Kimia Farma, David Utama dalam acara Media Gathering di Pabrik PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia (KFSP), Senin (3/10/2022). /Bisnis-Dewi Fadhilah Soemanagara

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten farmasi pelat merah, PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) membeberkan rencana ekspansi perseroan dengan menambah jumlah outlet apotek baru yang tersebar di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Kimia Farma David Utama mengatakan, perseroan berencana membuka 100 outlet apotek baru secara bertahap hingga akhir 2023. Hal itu bertujuan agar masyarakat dapat lebih mudah menjangkau produk-produk farmasi dari Kimia Farma.

"Kami rencana mau tambah 100 apotek baru hingga akhir tahun. Sebelumnya pada Juli lalu kami juga membuka 23 outlet baru, termasuk relokasi," ujar David dalam kunjungannya ke Wisma Bisnis Indonesia, Selasa, (8/8/2023).

Lebih lanjut dia mengatakan, perseroan masih fokus untuk memperbanyak jumlah apotek dan belum berniat untuk melakukan ekspansi penambahan fasilitas produksi atau pabrik obat.

Sebagai informasi, sejauh ini Kimia Farma telah memiliki sebanyak 1.244 farmasi, 10 pabrik obat yang tersebar di Jawa Bali, 48 titik distribusi, dan lebih dari 400 klinik.

"Menurut saya jumlah pabrik kami sudah cukup. Jadi kalau rencana ekspansi kami akan mengembangkan apotek, klinik, dan laboratorium, jadi itu ekspansi yang akan kami jalankan," katanya.

Selain itu, David mengatakan KAEF juga sedang dalam proses membangun kembali fasilitas rapid test manufacturing plant untuk menunjang produktivitas perseroan.

Ditinjau kinerja keuangannya, emiten BUMN farmasi ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp19,47 miliar pada semester I/2023, berbalik positif dari rugi bersih semester I/2022 sebesar Rp206,30 miliar.

KAEF juga mencatat kenaikan pada pendapatan sepanjang semester I/2023. Mengutip laporan keuangan yang dirilis Senin (31/7/2023), pendapat perusahaan naik 11,78 persen secara yoy menjadi Rp4,95 triliun, dibandingkan semester I/2022 yang sebesar Rp4,43 triliun.

Kontribusi pendapatan KAEF ditopang oleh peningkatan jasa layanan laboratorium medis dan klinik, serta peningkatan penjualan berbagai produk yang ditawarkan KAEF.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper