Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Alasan Lo Kheng Hong Favoritkan Saham Bank

Investor kawakan Lo Kheng Hong memilih sektor perbankan menjadi favoritnya di pasar saham Indonesia.
Investor kawakan Lo Kheng Hong memilih sektor perbankan menjadi favoritnya di pasar saham Indonesia. Bisnis/Rachman
Investor kawakan Lo Kheng Hong memilih sektor perbankan menjadi favoritnya di pasar saham Indonesia. Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Investor kawakan Lo Kheng Hong memilih sektor perbankan menjadi favoritnya di pasar saham Indonesia. LKH bahkan menganggap emiten-emiten perbankan di tanah air sebagai perusahaan wonderful company dan layak untuk dikoleksi. 

Hal ini lantaran perusahaan perbankan di Indonesia kerap membukukan laba bersih yang mencapai triliunan rupiah. Dia mengambil contoh seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) atau BCA yang berhasil mencatat kenaikan laba bersih menjadi Rp24,2 triliun pada semester I/2023, naik 34 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Lo Kheng Hong menilai bahwa kelebihan tersebut menjadi salah satu alasan kuat mengapa emiten di sektor-sektor lainnya sulit untuk menandingi kinerja dari perusahaan perbankan.   

"Saya sangat menyukai sektor perbankan karena bagi saya sektor yang terbaik karena bisa membukukan laba yang besar lebih dari sektor lain" ujarnya dalam siaran langsung di Instagram @bca_sekuritas dikutip Minggu (6/8/2023). 

Diketahui, investor yang disebut Warren Buffet Indonesia ini tercatat sebagai pemegang saham tiga perusahaan finansial termasuk perbankan. Ketiga saham bank yang dikoleksinya adalah PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP), PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA), serta PT Clipan Finance Indonesia Tbk. (CFIN). 

Ketiga saham koleksi LKH tersebut berhasil kinerja keuangan yang cemerlang sepanjang semester I/2023. Berdasarkan informasi yang dirangkum Bisnis, NISP mencatat kenaikan laba bersih sebesar 25 persen menjadi Rp2,1 triliun, tumbuh 25 persen secara yoy dari periode  yang sama tahun sebelumnya Rp1,65 triliun. 

Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 21,6 persen menjadi Rp4,90 triliun. Tak hanya itu, perusahaan juga mencatat kenaikan kredit yang disalurkan sebesar 12 persen menjadi Rp142,3 triliun. 

Kinerja cemerlang juga ditorehkan oleh BNGA yang mencatat laba bersih konsolidasi Rp3,26 triliun, naik 27,34 persen secara yoy dibandingkan  sebelumnya Rp2,56 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp3,11 triliun merupakan laba bank. 

Laba bank didorong oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar Rp6,83 triliun, tumbuh 4,59 persen yoy. 

Laba bank juga didorong oleh pendapatan non bunga. Emiten perbankan ini mencatatkan kenaikan pendapatan berbasis komisi sebesar 49,16 persen secara yoy menjadi Rp1,79 triliun per Juni 2023.

Sementara itu, raihan laba yang dicatat CFIN tumbuh hingga 6.342,71 persen secara yoy pada semester I/2023 menjadi Rp649,64 miliar dari sebelumnya sebesar Rp10,08 miliar. 

Kenaikan tersebut diperoleh seiring dengan peningkatan pendapatan yang ikut melesat 95,43 persen dari sebelumnya hanya Rp714,19 miliar menjadi Rp1,39 triliun.

___

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper