Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Induk KFC dan Taco Bell (FAST) Milik Gelael dan Salim Rugi Rp5,56 Miliar

Emiten restoran pengelola jaringan KFC Indonesia dan Taco Bell milik Keluarga Gelael dan Grup Salim, PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST) membukukan rugi bersih.
CEO Fast Food Indonesia Eric Leong dan Sean Gelael di tengah pameran Ulang Tahun ke-43 KFC Indonesia di Gandaria City, Jakarta, Jumat (21/10/2022)/BISNIS-Iim Fathimah Timorria.
CEO Fast Food Indonesia Eric Leong dan Sean Gelael di tengah pameran Ulang Tahun ke-43 KFC Indonesia di Gandaria City, Jakarta, Jumat (21/10/2022)/BISNIS-Iim Fathimah Timorria.

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten restoran pengelola jaringan KFC Indonesia dan Taco Bell milik Keluarga Gelael dan Grup Salim, PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST) membukukan rugi bersih sebesar Rp5,56 miliar sepanjang semester I/2023.  Posisi bottom line ini berbalik dari laba yang dicatatkan akhir semester I/2022 sebesar Rp32,66 miliar. 

Perusahaan milik keluarga Gelael dan Grup Salim ini mengantongi rugi meskipun pendapatan mengalami pertumbuhan 8,75 persen secara tahunan menjadi Rp3,11 triliun, dari sebelumnya Rp2,86 triliun.

Namun, kenaikan pendapatan diikuti dengan kenaikan sejumlah pos beban. Seperti beban pokok penjualan yang naik 5,28 persen year on year (YoY) menjadi Rp1,14 triliun.

Selain itu, beban penjualan dan administrasi naik 12,22 persen YoY menjadi Rp1,59 triliun pada semester I/2023 dibandingkan dengan Rp1,41 triliun pada periode yang sama di 2022. Hal ini membuat laba usaha terkontraksi hingga 62,46 persen menjadi Rp24,57 triliun.

Perusahaan investasi afiliasi Anthoni Salim PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET) sebelumnya mengatakan akan mempertahankan investasinya FAST meskipun kinerjanya menghadapi kontraksi sejak 2022. DNET tercatat menggenggam 35,84 persen saham FAST, sementara perusahaan keluarga Gelael PT Gelael Pratama merupakan pengendali dengan kepemilikan 40 persen.

Direktur Utama Indoritel Makmur Internasional Haliman Kustedjo mengatakan FAST tetap memiliki prospek yang positif meskipun membukukan rugi dalam beberapa kuartal terakhir.

“Pada kuartal pertama 2023 kami melihat kinerja entitas asosiasi membaik seiring dengan mobilitas yang lebih longgar. Tentunya ini berdampak ke bisnis kami di bidang ritel karena mengerek penjualan,” kata Haliman dalam paparan publik akhir Juni 2023.

FAST sendiri menghadapi sejumlah tantangan selama 2022. Haliman menjelaskan dampak pandemi masih dirasakan pemilik hak waralaba tunggal KFC di Indonesia itu pada tahun lalu. Kondisi ini diperburuk dengan kenaikan harga bahan baku yang dipicu oleh disrupsi rantai pasok akibat krisis geopolitik Rusia-Ukraina.

“Untuk FAST, kami akan pertahankan investasinya. Mereka merupakan pengelola jaringan siap saji pertama di Indonesia dan kami melihat prospeknya tetap baik,” katanya.

Fast Food Indonesia berencana membuka 29 gerai baru KFC pada 2023 dan 3 gerai baru Taco Bell. Adapun per Juni 2023, total gerai restoran KFC dan Taco Bell yang dikelola FAST berjumlah 754 gerai atau bertambah dari posisi akhir 2022 sebanyak 746 gerai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper