Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tower Bersama (TBIG) Cetak Laba Bersih Rp688 Miliar Semester I/2023, Turun 16,6 Persen

Laba bersih emiten menara Tower Bersama Infrastructure (TBIG) turun 16,6 persen menjadi Rp688 miliar di semester I/2023.
Teknisi melakukan perawatan Base Transceiver Station (BTS) di menara milik PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) di kawasan Gunung Pancar, Kabupaten Bogor, Selasa (30/8/2022). Bisnis/Arief Hermawan P
Teknisi melakukan perawatan Base Transceiver Station (BTS) di menara milik PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) di kawasan Gunung Pancar, Kabupaten Bogor, Selasa (30/8/2022). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten menara PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) mencatatkan penurunan kinerja di semester I/2023. Laba bersih TBIG turun 16,6 persen menjadi Rp688 miliar di paruh pertama 2023.

Berdasarkan laporan keuangan semester I/2023, TBIG mencatatkan pendapatan senilai Rp3,27 triliun di semester I/2023, turun 0,72 persen dari Rp3,3 triliun dibandingkan semester I/2022. Sementara itu, EBITDA TBIG tercatat sebesar Rp2,84 triliun untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023.

Turunnya pendapatan TBIG membuat beban pokok pendapatan TBIG ikut turun 16,32 persen menjadi Rp773,2 miliar, dari Rp924 miliar secara tahunan atau year on year.

Meski pendapatan turun, beban pokok pendapatan yang ikut turun membuat laba kotor TBIG naik 5,34 persen dari Rp2,37 triliun di semester I/2022, menjadi Rp2,5 triliun di semester I/2023.

Akan tetapi, laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk TBIG tergerus 16,63 persen menjadi Rp688,79 miliar, dari Rp826,14 miliar secara tahunan.

TBIG menyampaikan hingga 30 Juni 2023 memiliki 41.428 penyewaan dan 22.136 sites telekomunikasi. Sites telekomunikasi milik TBIG terdiri dari 22.026 menara telekomunikasi dan 110 jaringan DAS.

Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 41.318, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) TBIG menjadi 1,88x.

Chief Executive Offcier (CEO) TBIG Hardi Wijaya Liong dalam keterangan resminya mengatakan dengan senang hati pihaknya melaporkan semester yang kuat untuk pertumbuhan organik, dengan penambahan 1.605 penyewaan kotor yang terdiri dari 347 sites telekomunikasi dan 1.258 kolokasi.

"Penambahan penyewaan bersih dari Group lebih rendah untuk semester ini, terutama karena beberapa penyewaan yang habis masa sewanya tidak diperpanjang oleh IOH karena mereka mengkonfigurasi ulang jaringan mereka setelah merger antara Indosat dan Hutchison 3 Indonesia,” kata Hardi, Selasa (1/8/2023).

Per 30 Juni 2023, total pinjaman kotor (gross debt) TBIG, jika bagian pinjaman dalam mata uang dolar Amerika Serikat yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp26,9 triliun, dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp3,73 triliun.

Dengan saldo kas yang mencapai Rp909 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp26 triliun dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) TBIG menjadi Rp2,82 triliun.

Menggunakan EBITDA kuartal kedua 2023 yang disetahunkan, rasio pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 4,5x.

“Dengan senang hati kami umumkan bahwa kami telah menghimpun Rp1,5 triliun dari Program Obligasi VI baru senilai Rp20 triliun dengan harga yang kompetitif, dengan bunga 5,90 persen untuk tenor 370 hari dan 6,25 persen untuk tenor tiga tahun. Kami berharap dapat terus mengakses pasar obligasi Rupiah,” ujar Chief Financial Officer TBIG Helmy Yusman Santoso.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper