Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pendapatan AKR Corporindo (AKRA) Lesu Tertekan Penurunan Harga Minyak

Pendapatan PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) lesu pada semester pertama tahun ini terimbas turunnya harga minyak dan bahan kimia.
Paparan publik setelah Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) di AKR Tower Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (28/4/2023). Bisnis-Rizqi Rajendra
Paparan publik setelah Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) di AKR Tower Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (28/4/2023). Bisnis-Rizqi Rajendra

Bisnis.com, JAKARTA – Pendapatan penjualan konsolidasi PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) lesu pada semester pertama tahun ini. Harga minyak dan bahan kimia yang terus turun menjadi biang keladi melemahnya pendapatan perusahaan.

Sepanjang semester I/2023, pendapatan total AKRA turun sebesar 10 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp22,1 triliun menjadi Rp19,85 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh melemahnya pendapatan dari segmen perdagangan dan distribusi.

Pendapatan AKRA dari perdagangan dan distribusi tercatat turun dari posisi Rp21,11 triliun pada semester I/2022 menjadi Rp18,47 triliun pada paruh pertama tahun ini. Hal tersebut mencerminkan penurunan sebesar 12,49 persen secara tahunan.

Menurunnya kinerja itu disumbang oleh perdagangan dan distribusi BBM yang melemah 11,06 persen secara tahunan menjadi Rp14,99 triliun. Sementara itu, perdagangan dan distribusi bahan kimia turun 18,18 persen YoY dari Rp4,25 triliun menjadi Rp3,48 triliun per akhir Juni 2023.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Bisnis, penurunan itu disebabkan oleh harga jual yang rendah, seturut dengan penurunan harga minyak bumi dan bahan kimia.

“Total pendapatan semester I/2023 lebih rendah karena harga jual rata-rata yang lebih rendah,” tulis keterangan resmi perseroan dikutip pada Kamis (27/7/2023).

Perseroan menyatakan telah meneruskan pergerakan harga petroleum ke konsumen menggunakan formula berdasarkan Mid Oil Platt's Singapore (MOPS).

Sementara itu, harga bahan kimia dasar lebih rendah selama semester 1/2023, setelah mencatatkan level yang tinggi selama setahun terakhir berkat membaiknya pasokan.

Mengutip data harga komoditas yang dirilis Bank Dunia per 6 Juli 2023, harga rata-rata minyak mentah brent pada periode April-Juni 2023 mencapai US$78,2 per barel. Harga ini mencerminkan penurunan 30,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2022.

Meski pendapatan menurun, AKRA mampu menekan beban pokok penjualan dan pendapatan menjadi Rp18,04 triliun dari sebelumnya Rp20,49 triliun, sehingga laba bruto tumbuh 12 persen YoY menjadi Rp1,81 triliun dan EBITDA mencapai Rp1,60 triliun naik 13 persen YoY.

Setelah dikurangi berbagai beban, AKRA mencatatkan perolehan laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham sebesar Rp1,03 triliun pada semester I/2023. Capaian ini mencerminkan kenaikan 8 persen, atau dari Rp955 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dionisio Damara
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper