Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Lo Kheng Hong Full Senyum, Laba Clipan (CFIN) Meroket 6.342 Persen

Emiten lo kheng hong,  PT Clipan Finance Indonesia Tbk. (CFIN) membukukan laba bersih periode berjalan senilai Rp649,64 miliar.
Investor saham yang dijuluki Warren Buffet Indonesia Lo Kheng Hong memaparkan materinya pada acara Mega Talkshow Investasi 2020 di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2020). Bisnis/Rachman
Investor saham yang dijuluki Warren Buffet Indonesia Lo Kheng Hong memaparkan materinya pada acara Mega Talkshow Investasi 2020 di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2020). Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten Lo Kheng Hong,  PT Clipan Finance Indonesia Tbk. (CFIN) membukukan laba bersih periode berjalan senilai Rp649,64 miliar pada semester I/2023.

Merujuk laporan keuangan (unaudited) yang dipublikasikan perusahaan, laba bersih yang dikantongi Clipan Finance melesat 6.342,71 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Artinya, laba yang diraih CFIN melonjak lebih dari 64 kali lipat dari periode yang sama 2022 yang hanya mampu mencetak laba Rp10,08 miliar.

Melesatnya laba bersih CFIN sejalan dengan total pendapatan yang tumbuh 95,43 persen yoy dari Rp714,19 miliar menjadi Rp1,39 triliun.

Secara rinci, raihan pendapatan tersebut salah satunya ditopang oleh peningkatan pos sewa pembiayaan sebesar 177,68 persen yoy dari Rp8,55 miliar menjadi Rp23,76 miliar. Sama halnya dengan pos pembiayaan konsumen yang juga naik 18,21 persen yoy menjadi Rp591,53 miliar dari semula Rp500,41 miliar.

Emiten leasing yang mayoritas sahamnya dimiliki PT Bank Pan Indonesia Tbk. (PNBN) atau Bank Panin sebesar 51,49 persen saham pada 30 Juni 2023 itu mengalami pertumbuhan total aset sebesar 14,16 persen ytd. Posisi total aset Clipan Finance naik dari Rp8,05 triliun pada Desember 2022 menjadi Rp9,2 triliun pada Juni 2023.

Sepanjang enam bulan pertama, total liabilitas yang ditanggung CFIN naik 30,25 persen ytd dari Rp2,94 triliun menjadi Rp3,83 triliun. Sedangkan total ekuitas tumbuh 4,91 persen ytd menjadi Rp5,36 triliun pada Juni 2023 dari sebelumnya Rp5,11 triliun pada 2022.

Sementara itu, Clipan Finance mencatat rasio piutang pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) di level 1,53 persen per 30 Juni 2023, naik dari posisi 31 Desember 2022 sebesar 1,24 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rika Anggraeni
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper