Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sinergi Inti Andalan (INET) Targetkan Pendapatan Tumbuh 30 Persen Usai IPO

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 30 persen usai IPO.
Seremoni Pencatatan Perdana Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) di Mainhall Bursa Efek Indonesia, Senin (24/7/2023). INET menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 30 persen usai IPO./Artha Adventy. Bisnis Indonesia
Seremoni Pencatatan Perdana Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) di Mainhall Bursa Efek Indonesia, Senin (24/7/2023). INET menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 30 persen usai IPO./Artha Adventy. Bisnis Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten jasa telekomunikasi PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba usai IPO seiring outlook bisnis yang dianggap masih akan berkembang. 

Direktur Utama Sinergi Inti Andalan Prima Muhammad Arif mengatakan saat ini INET menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 30 persen dan laba sebesar 20 persen sepanjang 2023 dibandingkan tahun sebelumnya. 

“Dari sebelum IPO kita sudah mempunyai market yang kita approach, tapi setelah IPO ini kita bisa garap semuanya terutama yang di Jawa,” katanya kepada wartawan, Senin (24/7/2023). 

Arif yang juga merupakan Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengatakan target tersebut selaras dengan perkembangan bisnis telekomunikasi. Arif menjelaskan saat ini INET fokus pada jasa infrastruktur yang pertumbuhan jumlah ISP di Indonesia tinggi. 

Hal tersebut menjadikan potensi market semakin tinggi dan Arif belum melihat penurunan dari jumlah market.

“Apalagi di Jawa sendiri kebutuhan masih tinggi, kebutuhan akan internet dan fiber optik masih tinggi dan akan terus naik ke depannya,” jelasnya. 

Hal tersebut dimanfaatkan INET untuk mulai melantai di Bursa Efek Indonesia. Momentum tersebut dinilai baik terutama perkembangan internet di samping kemunculan penyelenggara ISP yang tinggi.

Arief mengatakan INET memiliki rencana awal untuk memperkuat infrastruktur backbone terutama di Jakarta dan di Pulau Jawa menggunakan dana IPO. 

“Rencananya mau menggunakan dana IPO ini untuk menambah point of presence (POP) di Pulau Jawa yang kita proyeksikan ada sekitar 52 pop di tahun ini, dan juga kabel yang dari Jakarta ke Surabaya,” katanya. 

Berdasarkan data keuangan dalam prospektus, INET membukukan kenaikan pendapatan bersih sebesar 42,83 persen menjadi Rp6,50 miliar dari Rp4,55 miliar pada kuartal I/2022. Adapun beban pokok juga ikut meningkat 44,50 persen menjadi Rp4,71 miliar.   

Adapun laba bersih periode berjalan tercatat sebesar Rp515,06 juta, naik 28,29 persen dari kuartal I/2022 yang tercatat sebesar Rp401,46 juta.  Sementara itu aset INET per Maret 2023 tercatat sebesar Rp71,99 miliar dengan liabilitas sebesar Rp6,27 miliar dan ekuitas sebesar Rp65,71 miliar.

Pada perdagangan sesi I hari ini, Senin (24/7/2023), saham INET mengalami auto reject atas (ARA) pada hari pertama IPO. Harga saham emiten jasa telekomunikasi itu menguat 35 poin atau 35 persen ke level Rp136 per saham.

Saham INET ditransaksikan sebanyak 26.534 kali dengan perkiraan nilai mencapai Rp58,6 miliar. Adapun kapitalisasi pasar INET tembus Rp1,02 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper