Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Grup Astra (ACST) Kantongi Rp1,6 Triliun Kontrak Baru Semester I/2023

Emiten konstruksi Grup Astra, PT Acset Indonusa Tbk. (ACST) menyampaikan perolehan nilai kontrak baru hingga semester I/2023 mencapai Rp1,6 triliun.
Sebuah crane tengah beroperasi di proyek Wisma Pertamina. Proyek tersebut  digarap oleh PT Acset Indonusa Tbk. pada 2018./acset
Sebuah crane tengah beroperasi di proyek Wisma Pertamina. Proyek tersebut digarap oleh PT Acset Indonusa Tbk. pada 2018./acset

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten konstruksi Grup Astra, PT Acset Indonusa Tbk. (ACST) menyampaikan perolehan nilai kontrak baru hingga semester I/2023 mencapai Rp1,6 triliun.

Corporate Secretary ACST Kadek Ratih Paramita Absari mengatakan bahwa capaian per akhir Juni 2023 tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kinerja perseroan sepanjang semester I/2023 cenderung lebih baik jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perolehan kontrak baru juga tumbuh signifikan dari tahun sebelumnya, dengan total capaian Rp1,6 triliun,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (21/7/2023).

Berdasarkan catatan Bisnis, raihan kontrak baru ACST pada semester pertama 2022 mencapai Rp516,4 miliar, naik 169,8 persen dari Rp191,4 miliar pada periode yang sama tahun 2021.

Ratih menyampaikan bahwa sejauh ini ACST berpartisipasi aktif dalam berbagai peluang guna memenuhi pencapaian target sepanjang tahun ini.

Meski tidak menyebutkan nilai target secara terperinci, perseroan akan berupaya mencapai target yang telah ditetapkan dengan memerhatikan kompetensi dan kapasitas perseroan di bidang fondasi, struktur bangunan, serta infrastruktur.

“Selain itu, kami akan tetap fokus pada penyelesaian proyek sesuai dengan jadwal yang ditentukan sebelumnya,” kata Ratih.

Dari sisi kinerja, sampai dengan kuartal I/2023, ACST tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp360,35 miliar hingga kuartal I/2023. Pendapatan tersebut naik 24,21 persen dari Rp290,11 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau year-on-year (yoy).

Secara rinci, pendapatan dari pihak ketiga untuk jasa konstruksi mencapai Rp133,5 miliar, jasa penunjang konstruksi Rp18,71 miliar, dan perdagangan Rp14,38 miliar.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dionisio Damara
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper