Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Grup Bakrie Energi Mega Persada (ENRG) Akuisisi Sulawesi Regas Satu

Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) melalui anak usahanya, PT EMP Daya Nusantara (EDN) dan PT EMP Tunas Persada (ETP) resmi mengakuisisi SRGS.
Gebang PSC Block. Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) melalui anak usahanya, PT EMP Daya Nusantara (EDN) dan PT EMP Tunas Persada (ETP) resmi mengakuisisi SRGS. / PT Energi Mega Persada Tbk.
Gebang PSC Block. Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) melalui anak usahanya, PT EMP Daya Nusantara (EDN) dan PT EMP Tunas Persada (ETP) resmi mengakuisisi SRGS. / PT Energi Mega Persada Tbk.

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) melalui anak usahanya, PT EMP Daya Nusantara (EDN) dan PT EMP Tunas Persada (ETP) resmi mengakuisisi 100 persen saham PT Sulawesi Regas Satu (SRGS).

Saat ini, SRGS memiliki kontrak untuk menyewakan Floating Storage Regasification Unit (FSRU) dan fasilitas pendukungnya kepada PT PLN Gas & Geothermal (PLNGG).

FSRU adalah fasilitas terapung untuk menyimpan gas alam cair (LNG) dan meregasifikasi LNG tersebut menjadi gas alam. Gas alam tersebut dipasok ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Maleo di Gorontalo dengan kapasitas 4x25MW. FSRU itu memiliki kapasitas untuk menghasilkan sampai dengan 24 juta kaki kubik gas per hari.

Direktur Energi Mega Persada Edoardus Ardianto menjelaskan kontrak sewa FSRU memiliki jangka waktu yang cukup panjang sampai dengan 2035. Akuisisi SRGS diharapkan dapat memberikan kontribusi berupa pendapatan tetap untuk anak usaha EMP dalam 12 tahun ke depan.

“Kami juga cukup bangga untuk dapat mendukung bisnis PLN dalam memasok listrik untuk kebutuhan industri dan masyarakat di Gorontalo dan sekitarnya,” kata Edoardus dalam pernyataan resmi, Selasa (4/7/2023).

Sementara itu, Direktur Utama EMP Syailendra S. Bakrie mengatakan akuisisi atas SRGS sejalan dengan strategi perusahaan untuk memperluas bisnisnya di industri minyak dan gas.

“Kami juga terus berkomitmen untuk mengembangkan bisnis kami di sektor hulu migas seraya mendiversifikasi portofolio aset-aset kami serta mengoptimalkan pengendalian risiko dan keuntungan,” kata Syailendra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper