Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Ditutup Naik usai Libur Panjang, Masih di Atas Rp15.000

Rupiah ditutup menguat ke Rp15.030 per dolar AS pada akhir perdagangan Senin (3/7/2023) setelah rilis data inflasi.
Rupiah ditutup menguat ke Rp15.030 per dolar AS pada akhir perdagangan Senin (3/7/2023) setelah rilis data inflasi. JIBI/Bisnis.com
Rupiah ditutup menguat ke Rp15.030 per dolar AS pada akhir perdagangan Senin (3/7/2023) setelah rilis data inflasi. JIBI/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah ditutup terapresiasi usai libur panjang, tetapi masih di atas Rp15.000 per dolar AS pada akhir perdagangan Senin (3/7/2023).

Mengutip data Bloomberg, Senin (3/7/2023) pukul 16.00 WIB rupiah ditutup menguat 0,24 persen atau 35 poin ke Rp15.030 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau ikut menguat 0,25 persen ke 103,17.

Bersama rupiah, mata uang lainnya yang menguat di Asia ada dolar Taiwan yang menguat 0,06 persen, won Korea Selatan menguat 0,74 persen, dan yuan China naik 0,11 persen.

Analis Monex Investindo Futures (MIFX)menyebutkan, dolar AS dalam tekanan sejak hari Jumat lalu, khususnya sejak pasar mendapatkan data ekonomi AS yang kurang baik dengan data belanja konsumen AS hanya naik 0,1 persen pada Mei. 

Angka tersebut lebih rendah dari periode sebelumnya yang direvisi menjadi 0,6 persen dan estimasi pasar untuk pertumbuhan 0,2 persen.

Sementara itu data lainnya menunjukkan indeks harga belanja konsumsi personal untuk Mei masing-masing tumbuh 0,3 persen dan 4,6 persen untuk tingkat bulanan dan tahunan. Angka itu lebih rendah dari estimasi untuk pertumbuhan 0,4 persen dan 4,7 persen.

"Oleh karena itu, dengan menurunnya jumlah belanja dan melambatnya inflasi akan berikan tantangan yang mudah bagi ketua Fed Jerome Powell yang mendukung untuk dua kenaikan suku bunga lagi di sisa tahun 2023," ungkap Analis MIFX dalam riset. 

Dengan saat ini ekspektasi untuk kenaikan suku bunga 25 bps pada pertemuan Juli nanti sedikit turun, para pelaku pasar memperkirakan 84,3 persen peluangnya untuk adanya kenaikan suku bunga, sedikit turun dari sebelumnya di level 89,3 persen berdasarkan alat CME FedWatch.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,14 persen pada Juni 2023 (month-to-month/mtm). Capaian tersebut membuat angka inflasi dari tahun ke tahun (year-on-year/yoy) menjadi 3,52 persen jika dibandingkan dengan Juni 2022.

"Inflasi bulanan pada Juni 2023 sebesar 0,14 persen secara bulan ke bulan atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 114,84 pada Mei 2023 menjadi 115,00 pada Juni 2023," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Pudji Ismartini, Senin (3/7/2023).

Sementara secara tahunan, terjadi inflasi sebesar 3,52 persen dan secara tahun kalender (year-to-date/ytd) inflasi sebesar 1,24 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper